Makassar, 26 November 2025 — Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMAPBSI) Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra (FKIPS) Universitas Islam Makassar kembali menghadirkan kegiatan penuh gagasan dan inspirasi bertajuk BASIS (Bincang Asik Sastra dan Inspirasi Seni) dengan mengusung tema “Dari Kata, Nada, Ruang, dan Rasa: Sastra yang Nyata Indah Bermakna.”

Acara ini menghadirkan narasumber utama Dr. Andi Samsu Rijal, S.S., M.Hum., akademisi dan pemerhati sastra Indonesia yang dikenal dengan gaya berpikir reflektif dan pemaknaannya yang dalam terhadap sastra. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa sastra adalah ruang yang mempertemukan bahasa, imajinasi, dan pengalaman batin manusia.

“Sastra itu bukan hanya tentang teks, tetapi tentang hidup yang direpresentasikan dalam bentuk kata, suara, dan rasa. Ia hadir untuk menyadarkan kita bahwa keindahan itu tidak hanya dilihat, tetapi dialami,” ungkap Dr. Andi Samsu Rijal dalam pemaparannya.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung FKIPS UIM ini dipandu oleh Ferdi Purnawirawan selaku moderator yang berhasil menciptakan suasana diskusi yang dinamis, interaktif, dan penuh antusiasme. Mahasiswa terlihat aktif bertanya dan berdialog, membuktikan bahwa minat terhadap kajian sastra masih sangat kuat di kalangan generasi muda.

Suara dari Penggerak Kegiatan
Ketua HIMAPBSI, Widya Nurul Fitri Amalia, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, BASIS bukan hanya program, tetapi ruang tumbuh bagi mahasiswa.

“Kegiatan BASIS ini kami hadirkan sebagai wadah bagi mahasiswa PBSI untuk menemukan inspirasi, memperluas perspektif, dan mengekspresikan diri melalui sastra. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti hanya sebagai diskusi, tetapi menjadi pemantik karya, pemikiran, dan semangat literasi mahasiswa,” ujarnya.

Dukungan pun mengalir dari Ketua Program Studi PBSI, Erniati, S.Pd., M.Pd., yang menyebut kegiatan ini sejalan dengan visi program studi dalam pengembangan literasi dan kebudayaan.

“Kegiatan seperti BASIS ini sangat penting karena memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam dialog intelektual dan aktivitas literasi yang bermakna. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi tradisi akademik yang menguatkan identitas PBSI sebagai rumah ilmu, budaya, dan sastra,” tutur Erniati.

Melalui kegiatan BASIS, HIMAPBSI UIM terus berupaya menghadirkan ruang kreatif, edukatif, dan inspiratif yang mendukung pembentukan atmosfer akademik dan budaya literasi. Kegiatan ini membuktikan bahwa sastra tetap hidup, relevan, dan terus berkembang—menjadi refleksi, kritik, sekaligus sumber keindahan dalam kehidupan nyata.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, mahasiswa PBSI UIM pulang membawa lebih dari sekadar pengetahuan: mereka membawa rasa, makna, dan inspirasi.