FKIPS NEWS — Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra (FKIPS) Universitas Islam Makassar (UIM), Erniati, S.Pd., M.Pd., menghadiri kegiatan Gelar Wicara (Talkshow) bertema “Peranan Guru dalam Mewujudkan Kedaulatan Bahasa Negara.” Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Acara berlangsung di W Three Style Hotel Makassar, Jl. Andi Djemma No. 35, dan dihadiri oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi, sekolah, organisasi profesi guru, serta lembaga pemerhati bahasa. Kehadiran Erniati sebagai tamu undangan sekaligus peserta aktif mencerminkan keterlibatan FKIPS UIM dalam diskusi strategis nasional mengenai kebahasaan.

Talkshow ini menghadirkan tiga pemateri utama yang menyampaikan perspektif kebahasaan dari sisi kebijakan, regulasi, dan peran profesi guru.

Pemateri pertama, Toha Machsun, M.Ag., Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, memaparkan urgensi kebijakan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, termasuk penguatan penggunaannya di ruang publik dan lembaga pendidikan.

Dilanjutkan oleh Yeni Rahman, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, yang menyoroti arah regulasi dan dukungan pemerintah dalam memperkuat posisi bahasa Indonesia. Ia menekankan perlunya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan untuk menjaga martabat bahasa.

Pemateri terakhir dari PGRI Sulawesi Selatan menyoroti peran organisasi profesi dalam meningkatkan kompetensi guru bahasa, termasuk dalam standardisasi penggunaan bahasa, peningkatan literasi, dan penerapan bahasa Indonesia yang baik dan benar di era digital.

Sebagai peserta undangan, Erniati menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan bagi pendidik, terutama dalam menjawab tantangan kebahasaan di tengah perkembangan teknologi dan budaya komunikasi digital.

“Guru bukan hanya mengajar bahasa, tetapi menjadi penjaga identitas bangsa melalui keteladanan berbahasa,” ujarnya usai kegiatan.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyampaian rekomendasi strategis yang diharapkan dapat ditindaklanjuti lembaga pendidikan dan organisasi profesi demi memperkuat kedaulatan bahasa Indonesia, baik dalam ranah akademik maupun publik.

Balai Bahasa Sulawesi Selatan menyatakan akan terus menggagas kegiatan serupa sebagai upaya penguatan literasi dan kompetensi kebahasaan di sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat luas.