Ketua Prodi PBSI FKIPS UIM Berbagi Inspirasi Literasi pada Hari Kedua Kampung Sastra 2026 di Maros
FKIPS NEWS – Semangat literasi, kreativitas, dan penguatan budaya akademik terus mewarnai pelaksanaan Kampung Sastra 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMA PBSI) Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra (FKIPS) Universitas Islam Makassar (UIM) di kawasan wisata edukatif Benteng Gajah Suwita Land, Kabupaten Maros, Sabtu (13/06/2026).
Memasuki hari kedua pelaksanaan, kegiatan semakin semarak dengan hadirnya Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIPS UIM, Erniati, S.Pd., M.Pd., yang tampil sebagai pemateri utama dan memberikan inspirasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya literasi, bahasa, dan sastra dalam membangun generasi unggul di era transformasi digital.
Kehadiran Ketua Prodi PBSI tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian akademik Kampung Sastra, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen Program Studi PBSI dalam mendampingi mahasiswa membangun tradisi intelektual, budaya literasi, serta karakter akademik yang kuat.
Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, Erniati mengajak mahasiswa untuk memandang literasi sebagai keterampilan hidup yang harus terus dikembangkan di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi.
“Literasi tidak hanya berarti kemampuan membaca dan menulis. Literasi adalah kemampuan berpikir kritis, memahami informasi secara bijak, serta menghadirkan gagasan dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Mahasiswa harus menjadi pelopor gerakan literasi yang mampu menginspirasi lingkungan sekitarnya melalui karya dan kontribusi nyata,” ungkapnya.
Menurut Erniati, mahasiswa Program Studi PBSI memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga eksistensi bahasa dan sastra Indonesia sebagai identitas bangsa sekaligus instrumen penting dalam membangun peradaban yang maju dan berkarakter.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan gagasan kritis dari peserta. Antusiasme mahasiswa menunjukkan bahwa Kampung Sastra bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi telah menjadi ruang belajar yang efektif dalam memperkuat wawasan, kreativitas, dan kepedulian terhadap dunia literasi.
PBSI FKIPS UIM Terakreditasi Unggul
Kampung Sastra 2026 juga menjadi bagian dari implementasi visi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIPS UIM yang telah berhasil meraih Akreditasi Unggul, sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dan berdaya saing.
Melalui berbagai kegiatan literasi dan pengembangan karakter mahasiswa, PBSI FKIPS UIM terus berupaya mencetak lulusan yang profesional, inovatif, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia pendidikan.
Dukungan Dekan FKIPS
Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., memberikan apresiasi atas konsistensi Program Studi PBSI dalam membangun budaya literasi melalui berbagai program kemahasiswaan yang kreatif dan inspiratif.
“Kampung Sastra merupakan salah satu contoh praktik baik dalam pengembangan kompetensi mahasiswa di luar ruang kelas. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, dan kepemimpinan mahasiswa,” ujarnya.
Dukungan Rektor UIM
Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Kampung Sastra 2026 sebagai bagian dari penguatan budaya akademik di lingkungan UIM.
“Literasi adalah fondasi kemajuan sebuah bangsa. Universitas harus menjadi pusat lahirnya pemikiran-pemikiran besar dan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami mengapresiasi Program Studi PBSI FKIPS UIM yang terus menjaga tradisi literasi melalui kegiatan yang edukatif, kreatif, dan berdampak,” ungkap Rektor.
Dengan latar keindahan alam Benteng Gajah Suwita Land yang dipadukan dengan aktivitas akademik dan literasi, Kampung Sastra 2026 berhasil menghadirkan pengalaman belajar yang inspiratif dan bermakna. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa bahasa, sastra, dan literasi merupakan kekuatan besar dalam membangun karakter, memperkuat peradaban, dan menerangi masa depan bangsa.



