Momen penuh syukur dan kebahagiaan usai pelaksanaan yudisium. Ilham, mahasiswa penyandang disabilitas netra Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP UIM, berfoto bersama Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., Wakil Dekan FKIPS UIM, Dr. Supriadi, S.Pd., M.Pd., Ketua Prodi S1 PGSD FKIPS UIM, Dr. Erwin Nurdiasnyah, S.Pd., M.Pd., serta para peserta yudisium lainnya setelah berhasil menuntaskan ujian skripsinya dengan hasil yang sangat memuaskan.

Makassar, Kamis, 25 Juni 2026 – Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan dan Sastra (FKIPS) Universitas Islam Makassar (UIM) kembali mencatatkan kisah inspiratif melalui keberhasilan salah seorang mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Ilham, penyandang disabilitas netra, yang berhasil menuntaskan ujian skripsinya dengan hasil yang sangat memuaskan.

Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar FKIPS UIM sekaligus menegaskan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menjadi penghalang untuk meraih prestasi akademik. Keberhasilan Ilham merupakan bukti nyata bahwa pendidikan tinggi yang inklusif mampu menghadirkan kesempatan yang setara bagi setiap individu untuk belajar, berkembang, dan mengaktualisasikan potensi terbaiknya.

Perjalanan Ilham hingga mencapai tahap akhir studinya bukanlah perjalanan yang mudah. Sebagai mahasiswa penyandang disabilitas netra, ia menghadapi berbagai tantangan dalam proses pembelajaran dan penyelesaian tugas akademik. Namun, dengan semangat belajar yang tinggi, ketekunan, dan daya juang yang luar biasa, serta dukungan penuh dari keluarga, dosen, dan lingkungan akademik, ia berhasil membuktikan bahwa tekad dan kerja keras mampu mengantarkan seseorang menuju keberhasilan.

Capaian tersebut sekaligus merefleksikan komitmen FKIPS UIM dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, humanis, dan berkeadilan. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berupaya meningkatkan mutu layanan akademik, FKIPS UIM memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan mencapai prestasi terbaiknya tanpa diskriminasi.

Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian yang diraih Ilham.

“Keberhasilan Ilham merupakan anugerah sekaligus kebanggaan bagi keluarga besar FKIPS Universitas Islam Makassar. Prestasi ini membuktikan bahwa semangat, kerja keras, dan keteguhan hati mampu mengatasi berbagai keterbatasan. Kami percaya bahwa setiap individu memiliki potensi yang luar biasa apabila diberikan kesempatan dan dukungan yang tepat. FKIP UIM akan terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif, humanis, dan berkualitas sehingga setiap mahasiswa dapat tumbuh, berkembang, dan berprestasi,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan Ilham menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus memperkuat semangat kesetaraan, menghargai keberagaman, dan menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah bagi semua.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Erniati, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pencapaian Ilham merupakan cerminan dari ekosistem pembelajaran yang mendukung pengembangan potensi setiap mahasiswa.

“Kami meyakini bahwa setiap mahasiswa memiliki kemampuan dan potensi yang luar biasa untuk berkembang. Tugas institusi pendidikan adalah memastikan bahwa setiap mahasiswa memperoleh akses, pendampingan, dan lingkungan belajar yang mendukung. Ilham telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan menyelesaikan studi dengan baik,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut semakin mempertegas posisi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIPS UIM sebagai program studi yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan pendidikan inklusif.

Sementara itu, Ilham mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendampingi perjalanan akademiknya.

“Alhamdulillāh, saya sangat bersyukur dapat menyelesaikan ujian skripsi ini. Saya menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tua, para dosen pembimbing dan penguji, Ketua Program Studi, pimpinan FKIP UIM, serta seluruh sahabat yang selalu memberikan dukungan dan doa. Saya berharap apa yang saya capai hari ini dapat menjadi motivasi bagi teman-teman, khususnya penyandang disabilitas, untuk tetap percaya diri, terus berusaha, dan tidak pernah menyerah dalam mengejar impian,” ungkapnya.

Keberhasilan Ilham menjadi pengingat bahwa pendidikan yang bermutu tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik. Pendidikan yang inklusif pada hakikatnya adalah pendidikan yang mampu mengakomodasi keberagaman dan memastikan setiap individu memperoleh hak yang sama untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Prestasi yang diraih Ilham semakin memperkuat komitmen FKIPS Universitas Islam Makassar sebagai lembaga pendidikan tinggi yang ramah disabilitas, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan potensi mahasiswa secara utuh. Kisah perjuangan Ilham menjadi inspirasi bahwa di balik setiap keterbatasan selalu terdapat peluang untuk berprestasi. Dengan tekad, kerja keras, dan dukungan dari lingkungan pendidikan yang inklusif, setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.