FKIPS NEWS – Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra (FKIPS) Universitas Islam Makassar (UIM) kembali menorehkan kisah inspiratif dalam dunia pendidikan tinggi. Salah seorang mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Ilham, yang merupakan penyandang disabilitas netra, berhasil menyelesaikan Ujian Skripsi dengan hasil yang membanggakan.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi akademik. Dengan semangat, kerja keras, serta tekad yang kuat, Ilham mampu menyelesaikan seluruh proses akademiknya hingga tahap ujian skripsi di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIPS UIM yang telah Terakreditasi Unggul.

Perjalanan akademik Ilham menjadi inspirasi bagi sivitas akademika FKIPS UIM. Di balik setiap proses yang dilalui, terdapat ketekunan, kesabaran, dukungan keluarga, dosen pembimbing, dosen penguji, serta lingkungan kampus yang terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Pendidikan Inklusif yang Memberi Kesempatan Setara

Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas capaian yang diraih Ilham. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan cerminan komitmen FKIPS dalam menghadirkan pendidikan yang ramah bagi seluruh mahasiswa tanpa membedakan kondisi fisik maupun latar belakang.

“Keberhasilan Ilham adalah kebanggaan bagi keluarga besar FKIPS UIM. Prestasi ini membuktikan bahwa semangat, ketekunan, dan kerja keras mampu melampaui segala keterbatasan. FKIPS berkomitmen memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh mahasiswa untuk berkembang, berprestasi, dan mewujudkan cita-citanya,” ungkap Dr. Mulyadi.

Ia menambahkan bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar memberikan akses belajar, tetapi juga memastikan setiap mahasiswa memperoleh pendampingan, pelayanan akademik, dan ruang untuk mengembangkan potensinya secara optimal.

PBSI FKIPS UIM Terakreditasi Unggul

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Erniati, S.Pd., M.Pd., menilai keberhasilan Ilham menjadi gambaran nyata bahwa budaya akademik yang inklusif mampu melahirkan lulusan yang berkualitas.

“Kami meyakini bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi yang luar biasa apabila diberikan kesempatan dan lingkungan belajar yang mendukung. Ilham telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Capaian ini semakin memperkuat komitmen PBSI FKIPS UIM sebagai Program Studi Terakreditasi Unggul yang menjunjung tinggi mutu akademik, kesetaraan, dan nilai-nilai kemanusiaan,” jelasnya.

Menurut Erniati, keberhasilan tersebut juga menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa PBSI untuk terus berkarya, berinovasi, dan percaya pada kemampuan diri.

Ungkapan Syukur Mahasiswa

Dengan penuh rasa syukur, Ilham menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendampingi perjalanan akademiknya hingga menyelesaikan ujian skripsi.

“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. Saya mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua, dosen pembimbing, dosen penguji, Ketua Program Studi, Dekan FKIPS, serta seluruh dosen dan sahabat yang selalu memberikan doa, dukungan, dan semangat. Saya berharap apa yang saya capai hari ini dapat menjadi motivasi bagi teman-teman, khususnya penyandang disabilitas, agar tetap percaya diri dan tidak pernah berhenti mengejar impian,” tuturnya.

Dukungan Rektor UIM

Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., turut memberikan apresiasi atas keberhasilan Ilham yang dinilai mencerminkan keberhasilan implementasi pendidikan inklusif di lingkungan UIM.

“Universitas Islam Makassar berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, adil, dan berkualitas bagi seluruh mahasiswa. Keberhasilan Ilham menjadi bukti bahwa ketika kesempatan, fasilitas, dan pendampingan diberikan secara optimal, setiap mahasiswa memiliki peluang yang sama untuk berprestasi. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh generasi muda Indonesia untuk terus belajar, berkarya, dan tidak menyerah dalam menghadapi setiap tantangan,” ungkap Rektor.

Keberhasilan Ilham tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi FKIPS UIM dan Program Studi PBSI yang terus berkomitmen membangun budaya akademik yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada mutu. Capaian ini sekaligus mempertegas bahwa pendidikan tinggi yang berkualitas adalah pendidikan yang mampu memberikan ruang bagi setiap individu untuk tumbuh, berkembang, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.

Semangat juang Ilham menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Dengan tekad, doa, dan dukungan lingkungan yang positif, setiap mimpi dapat diwujudkan menjadi kenyataan.