FKIPS UIM Gelar Bimbingan Teknis Guru Pamong dan Dosen Pendamping, Sekaligus Teken Kerja Sama dengan 10 SD Negeri Kota Makassar
FKIPS NEWS – Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra (FKIPS) Universitas Islam Makassar (UIM) terus memperkuat kualitas penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG) melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Guru Pamong dan Dosen Pendamping, yang dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama bersama 10 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Makassar sebagai sekolah mitra. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Novotel Makassar ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah untuk mencetak guru profesional yang kompeten dan berkarakter.
Kegiatan dibuka oleh Dekan FKIPS Universitas Islam Makassar, Dr. Mulyadi, M.Pd., dan dihadiri oleh Wakil Rektor II UIM, Badruddin Kaddas, M.Ag., Ph.D., Koordinator Program Studi PPG Dr. Supriadi, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Program Studi PPG Dr. Erwin Nurdiansyah, S.Pd., M.Pd., para kepala sekolah mitra, guru pamong, dosen pendamping, serta jajaran dosen FKIPS UIM.
Dalam sambutannya, Dr. Mulyadi, M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan Pendidikan Profesi Guru tidak hanya ditentukan oleh kualitas peserta, tetapi juga oleh kesiapan guru pamong dan dosen pendamping sebagai pembimbing utama selama proses praktik di sekolah.
“Guru pamong dan dosen pendamping memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk kompetensi calon guru. Oleh karena itu, melalui bimbingan teknis ini kami ingin menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan memastikan proses pendampingan berjalan sesuai standar mutu Pendidikan Profesi Guru,” ujar Dr. Mulyadi.
Selain pelaksanaan bimbingan teknis, FKIPS UIM juga melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan 10 SD Negeri di Kota Makassar sebagai sekolah mitra. Kerja sama tersebut menjadi dasar pelaksanaan berbagai program akademik, seperti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Pendidikan Profesi Guru (PPG), penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan inovasi pembelajaran di sekolah.
Koordinator Program Studi PPG, Dr. Supriadi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa sekolah mitra memiliki posisi yang sangat penting dalam penyelenggaraan PPG karena menjadi ruang belajar nyata bagi calon guru.
“Melalui kolaborasi yang baik antara dosen pendamping dan guru pamong, peserta PPG akan memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif. Kami berharap kerja sama ini mampu menghasilkan lulusan PPG yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi dinamika dunia pendidikan,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Program Studi PPG, Dr. Erwin Nurdiansyah, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa bimbingan teknis menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan PPG.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh mekanisme pendampingan, penilaian, dan pembimbingan memiliki standar yang sama. Dengan demikian, kualitas layanan kepada peserta PPG dapat terus ditingkatkan dari waktu ke waktu,” ungkapnya.
Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., memberikan apresiasi atas langkah FKIPS UIM yang terus memperkuat jejaring kemitraan dengan sekolah-sekolah sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah merupakan fondasi penting dalam mencetak guru profesional. Saya mengapresiasi FKIPS UIM yang terus membangun kemitraan dan memperkuat kapasitas guru pamong serta dosen pendamping sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas Pendidikan Profesi Guru,” ungkap Rektor.
Melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis Guru Pamong dan Dosen Pendamping serta penandatanganan kerja sama dengan 10 SD Negeri di Kota Makassar, FKIPS Universitas Islam Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif. Sinergi antara kampus dan sekolah diharapkan mampu melahirkan guru-guru profesional yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan pendidikan masa depan.

