FKIPS UIM Perkuat Mutu PPG melalui Bimbingan Teknis Guru Pamong dan Dosen Pendamping PPL
FKIPS NEWS – Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra (FKIPS) Universitas Islam Makassar (UIM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Pembimbingan dan Pendampingan PPL.2 yang dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Guru Pamong dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di Hotel Mercure Makassar, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan PPL.2 bagi peserta PPG Calon Guru Gelombang 1 Semester 2 Tahun 2026 Angkatan 2.
Kegiatan dibuka oleh Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., dan dihadiri oleh Wakil Rektor II Universitas Islam Makassar, Badruddin Kaddas, M.Ag., Ph.D., Koordinator PPG Dr. Supriadi, S.Pd., M.Pd., Dr. Erwin Nurdiansyah, S.Pd., M.Pd., para kepala sekolah, guru pamong, dosen pembimbing lapangan, pengelola PPG, serta panitia pelaksana. Kehadiran seluruh unsur tersebut menjadi bukti kuatnya sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mempersiapkan guru profesional.
Dalam arahannya, Dr. Mulyadi, M.Pd. menegaskan bahwa keberhasilan Pendidikan Profesi Guru tidak hanya ditentukan oleh kualitas peserta, tetapi juga oleh kualitas pembimbing yang mendampingi selama praktik di sekolah.
“Guru pamong dan dosen pembimbing lapangan merupakan mitra strategis dalam membentuk calon guru profesional. Karena itu, persepsi, standar pembimbingan, dan koordinasi harus disatukan agar setiap peserta memperoleh pengalaman belajar terbaik selama menjalani praktik di sekolah,” ujar Dr. Mulyadi.
Menurutnya, FKIPS UIM terus membangun budaya kolaboratif dengan sekolah mitra agar proses pembimbingan tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter, etika profesi, dan kompetensi peserta PPG sesuai kebutuhan dunia pendidikan saat ini.
Koordinator PPG, Dr. Supriadi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan bimbingan teknis menjadi forum penting untuk menyamakan pemahaman seluruh guru pamong dan dosen pembimbing mengenai mekanisme pendampingan, supervisi, serta penilaian peserta PPL.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan bahwa seluruh pembimbing memiliki persepsi yang sama sehingga proses pendampingan berlangsung lebih terarah, objektif, dan berkualitas. Kolaborasi antara kampus dan sekolah menjadi fondasi utama dalam mencetak guru profesional,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Erwin Nurdiansyah, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa koordinasi yang baik antara pengelola PPG, dosen pembimbing, dan guru pamong akan memberikan dampak positif terhadap kualitas layanan kepada peserta.
“Pembimbingan yang efektif lahir dari komunikasi yang baik. Oleh karena itu, kami terus memperkuat koordinasi agar setiap peserta mendapatkan pendampingan yang maksimal sejak awal hingga akhir pelaksanaan PPL,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, FKIPS UIM juga memperkuat kemitraan dengan sekolah melalui keterlibatan kepala sekolah dan guru pamong dari berbagai satuan pendidikan yang menjadi lokasi praktik peserta PPG. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang saling mendukung antara perguruan tinggi dan sekolah.
Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., memberikan apresiasi atas langkah FKIPS yang terus menjaga kualitas penyelenggaraan PPG melalui penguatan pembimbingan dan kemitraan dengan sekolah.
“Saya mengapresiasi FKIPS UIM yang secara konsisten memperkuat kualitas Pendidikan Profesi Guru melalui koordinasi yang baik bersama sekolah mitra. Sinergi antara dosen, guru pamong, dan sekolah merupakan modal utama dalam melahirkan guru-guru profesional yang siap memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan Indonesia,” ungkap Rektor.
Melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis Guru Pamong dan Dosen Pembimbing Lapangan, FKIPS Universitas Islam Makassar kembali menegaskan komitmennya sebagai penyelenggara PPG yang mengedepankan mutu, kolaborasi, dan profesionalisme. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kualitas pembimbingan praktik lapangan sehingga mampu menghasilkan lulusan PPG yang kompeten, berintegritas, dan siap menjadi pendidik profesional di berbagai daerah di Indonesia.

