Semarakkan HUT RI ke-81, FKIPS UIM dan IGRA Gelar Lomba Anak RA se-Kota Makassar
MAKASSAR, FKIPS NEWS — Suasana penuh warna, keceriaan, dan semangat kemerdekaan menyelimuti Universitas Islam Makassar (UIM), Rabu, 12 Agustus 2026. Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra (FKIPS) UIM berkolaborasi dengan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) menyelenggarakan Lomba Anak RA se-Kota Makassar dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Merdeka dengan Cinta, Berkarya dengan Gembira, Bersama Anak RA untuk Indonesia” dan menjadi ruang yang mempertemukan pendidikan, kreativitas, karakter, serta kegembiraan anak usia dini dalam suasana peringatan kemerdekaan.
Pelaksanaan lomba tidak sekadar diarahkan sebagai kegiatan kompetisi. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bentuk komitmen FKIPS UIM dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang ramah anak sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, satuan pendidikan Raudhatul Athfal, guru, orang tua, dan masyarakat.
Berbeda dari kegiatan akademik yang umumnya identik dengan seminar dan perkuliahan, pada kesempatan tersebut kampus UIM dihidupkan oleh semangat anak-anak RA yang datang untuk menunjukkan keberanian, kreativitas, dan potensi mereka.
Kolaborasi dengan IGRA juga memperlihatkan bahwa pengembangan pendidikan anak usia dini memerlukan sinergi berbagai pihak. Perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik dan keilmuan, sementara guru RA berada pada garis depan dalam membentuk fondasi perkembangan anak.
Kemerdekaan Dikenalkan Melalui Kegiatan yang Menyenangkan
Peringatan kemerdekaan bagi anak usia dini memiliki karakter yang berbeda. Nilai nasionalisme, kebersamaan, keberanian, dan kecintaan kepada Indonesia perlu diperkenalkan melalui pengalaman yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Melalui kegiatan lomba, anak-anak memperoleh kesempatan untuk tampil, berinteraksi, mengekspresikan kemampuan, dan belajar menghargai teman.
Semangat tersebut selaras dengan tema kegiatan yang menempatkan cinta dan kegembiraan sebagai bagian penting dalam proses pendidikan.
Bagi FKIPS UIM, kegiatan semacam ini juga menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran formal di dalam kelas. Kampus dapat hadir sebagai ruang bertemunya dunia pendidikan dengan masyarakat.
Nasaruddin, S.Pd., M.Pd., dari lingkungan FKIPS UIM yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut, mengatakan bahwa aktivitas bersama anak dan guru RA memiliki nilai pendidikan yang sangat kuat.
“Pendidikan anak usia dini harus memberikan pengalaman yang menyenangkan. Melalui momentum HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ini, anak-anak dapat belajar tentang keberanian, kebersamaan, cinta tanah air, dan kreativitas melalui kegiatan yang sesuai dengan dunia mereka, yaitu bermain dan bergembira,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi FKIPS UIM dengan IGRA juga menjadi bagian dari upaya mendekatkan perguruan tinggi kepada guru dan lembaga pendidikan anak usia dini.
“Kami berharap kegiatan seperti ini semakin memperkuat hubungan antara kampus, guru, orang tua, dan lembaga RA. Perguruan tinggi harus hadir dan memberikan ruang bagi tumbuhnya berbagai aktivitas pendidikan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” tambahnya.
Kampus Menjadi Ruang Tumbuh Anak dan Guru
Kolaborasi FKIPS UIM dan IGRA memiliki makna penting bagi pengembangan pendidikan.
Guru-guru RA merupakan bagian penting dalam proses pembentukan generasi karena pada usia dini berbagai fondasi kemampuan, karakter, kebiasaan, serta nilai mulai dibangun.
Karena itu, sinergi antara perguruan tinggi dengan komunitas guru perlu terus diperluas, baik melalui kegiatan peningkatan kompetensi guru, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, seminar, pelatihan, maupun kegiatan pengembangan potensi anak.
Kegiatan Lomba Anak RA se-Kota Makassar sekaligus menjadi salah satu contoh bahwa kampus dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam aktivitas pendidikan.
Tidak hanya anak-anak yang memperoleh pengalaman, guru dan orang tua juga dapat membangun interaksi serta jejaring yang lebih luas.
Dekan FKIPS UIM: Kampus Harus Hadir di Tengah Masyarakat
Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang melibatkan anak-anak RA dan para pendidik dari berbagai satuan pendidikan di Kota Makassar.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat relevan dengan karakter FKIPS sebagai fakultas yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi FKIPS UIM dengan IGRA. Kampus tidak boleh hanya hidup dengan aktivitas perkuliahan, tetapi juga harus membuka ruang bagi masyarakat, guru, dan anak-anak untuk tumbuh bersama. Kegiatan seperti ini menghadirkan suasana akademik sekaligus suasana kekeluargaan dan kegembiraan di lingkungan kampus,” ungkap Dr. Mulyadi.
Ia menambahkan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi yang sangat menentukan bagi perkembangan seseorang pada jenjang selanjutnya.
Karena itu, keberadaan guru-guru RA harus terus mendapatkan dukungan melalui kolaborasi dan berbagai program pengembangan kompetensi.
“Guru anak usia dini memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Mereka mendampingi anak pada masa-masa awal pembentukan karakter. FKIPS UIM siap terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan dan organisasi profesi untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan,” lanjutnya.
Rektor UIM: Tanamkan Cinta Indonesia Sejak Usia Dini
Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang memadukan pendidikan anak dengan momentum kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, nilai kecintaan terhadap bangsa perlu diperkenalkan sejak dini melalui pendekatan yang positif dan menggembirakan.
“Anak-anak adalah generasi yang akan melanjutkan perjalanan bangsa. Nilai kebersamaan, cinta tanah air, keberanian, disiplin, dan akhlak perlu ditanamkan sejak dini dengan cara yang sesuai dengan usia mereka. Saya mengapresiasi FKIPS UIM dan IGRA yang menghadirkan kegiatan pendidikan dalam suasana yang penuh kegembiraan,” ujar Prof. Muammar Bakry.
Ia berharap kerja sama antara Universitas Islam Makassar dengan berbagai lembaga pendidikan terus berkembang sehingga keberadaan perguruan tinggi semakin memberikan dampak nyata kepada masyarakat.
Dari Kampus untuk Pendidikan Anak Indonesia
Penyelenggaraan Lomba Anak RA se-Kota Makassar memperlihatkan bahwa suasana kemerdekaan dapat dihadirkan dalam bentuk kegiatan pendidikan yang sederhana tetapi penuh makna.
Anak-anak tidak hanya datang untuk mengikuti lomba, tetapi juga memperoleh pengalaman berada di lingkungan perguruan tinggi, bertemu dengan teman-teman baru, berinteraksi dengan guru, dan membangun keberanian untuk tampil.
Bagi FKIPS UIM, kehadiran anak-anak, guru, dan masyarakat di lingkungan kampus menjadi bagian dari semangat membangun fakultas yang terbuka, kolaboratif, dan berdampak.
Aktivitas seperti ini juga menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa FKIPS UIM, khususnya mereka yang kelak akan berkiprah sebagai pendidik. Mahasiswa dapat melihat bahwa menjadi guru bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga menciptakan ruang agar anak tumbuh dengan gembira, percaya diri, berkarakter, dan mencintai lingkungannya.
Di FKIPS UIM, pendidikan tidak hanya dibicarakan di ruang kuliah. Pendidikan dihadirkan melalui kerja sama nyata bersama guru, sekolah, anak-anak, dan masyarakat. Dari semangat kemerdekaan, FKIPS UIM terus bergerak membangun generasi yang belajar dengan cinta, berkarya dengan gembira, dan tumbuh untuk Indonesia.
