MAKASSAR, FKIPS NEWS — Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra Universitas Islam Makassar (FKIPS UIM) terus memperkuat mutu akademik melalui pelaksanaan Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah, yang dilaksanakan pada Selasa–Rabu, 15–16 September 2026, mulai pukul 14.00 WITA hingga selesai di Hotel Harper Makassar, Jl. Perintis Kemerdekaan No. 16, Makassar. Kegiatan ini melibatkan unsur pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen FKIPS, pengelola PPG, panitia, serta tenaga kependidikan.

Workshop tersebut secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag. Kehadiran Rektor sekaligus menjadi bentuk dukungan universitas terhadap upaya FKIPS UIM dalam melakukan penataan kurikulum yang lebih terukur, relevan dengan kebutuhan lulusan, dan selaras dengan perkembangan pendidikan tinggi.

Kegiatan juga dihadiri oleh Wakil Rektor I dan Wakil Rektor II Universitas Islam Makassar, serta jajaran pimpinan FKIPS UIM yang terdiri atas Dekan FKIPS UIM Dr. Mulyadi, M.Pd. dan Wakil Dekan FKIPS UIM. Kehadiran unsur pimpinan universitas dan fakultas mempertegas bahwa pengembangan kurikulum berbasis OBE menjadi agenda penting dalam peningkatan mutu pembelajaran di lingkungan Universitas Islam Makassar.

Kurikulum Tidak Hanya Disusun, tetapi Harus Terukur

Pendekatan Outcome-Based Education menempatkan capaian pembelajaran sebagai pusat dari seluruh proses pendidikan. Dengan pendekatan ini, kurikulum tidak hanya berisi daftar mata kuliah, tetapi harus menunjukkan hubungan yang jelas antara capaian lulusan, capaian pembelajaran mata kuliah, materi, strategi pembelajaran, asesmen, dan hasil belajar mahasiswa.

Melalui workshop ini, dosen diarahkan untuk meninjau kembali struktur RPS agar lebih konsisten dan terukur.

Setiap mata kuliah diharapkan memiliki arah yang jelas: kompetensi apa yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pembelajaran, bagaimana kompetensi itu dicapai, serta bagaimana keberhasilannya dinilai.

Workshop ini sekaligus menjadi forum akademik untuk menyamakan persepsi antarprogram studi agar dokumen pembelajaran tidak disusun secara terpisah dari kurikulum program studi.

Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., menegaskan bahwa pengembangan kurikulum merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas pendidikan.

“Kurikulum tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif. Kurikulum harus hidup dalam pembelajaran. Karena itu, melalui workshop ini kami ingin memastikan bahwa setiap RPS benar-benar terhubung dengan capaian pembelajaran lulusan dan dapat diimplementasikan secara nyata oleh dosen di ruang kuliah,” ujar Dr. Mulyadi.

Ia menambahkan bahwa penyusunan RPS yang baik akan memberikan arah yang lebih jelas bagi dosen maupun mahasiswa.

“Mahasiswa harus mengetahui apa yang akan dipelajari, kompetensi apa yang akan dicapai, bagaimana proses pembelajarannya, dan bagaimana mereka akan dinilai. Itulah pentingnya RPS yang terstruktur dan berbasis outcome,” lanjutnya.

Dihadiri Unsur Lengkap FKIPS UIM

Berdasarkan daftar peserta, workshop diikuti oleh dosen FKIPS UIM dari berbagai program studi serta pengelola Pendidikan Profesi Guru. Dokumen kegiatan mencatat puluhan peserta dari lingkungan FKIPS, termasuk unsur dosen, pengelola PPG, dan tenaga kependidikan.

Keikutsertaan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat menghasilkan kesamaan pemahaman dalam penyusunan perangkat pembelajaran.

Hal ini menjadi penting karena keberhasilan implementasi OBE tidak hanya bergantung pada satu atau dua dosen, tetapi memerlukan konsistensi pada level program studi dan fakultas.

Ketua program studi juga memiliki peran strategis untuk memastikan keterhubungan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK, metode pembelajaran, bentuk asesmen, dan bobot penilaian.

Dengan demikian, proses pembelajaran dapat dipantau dan dievaluasi secara lebih sistematis.

Rektor UIM: Penguatan Kurikulum Harus Berdampak pada Kualitas Lulusan

Rektor UIM, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., dalam pembukaan kegiatan mendorong agar pengembangan kurikulum tidak berhenti pada penyusunan dokumen, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas lulusan.

“Kurikulum adalah jantung dari proses pendidikan. Ketika kurikulum disusun dengan baik, diimplementasikan secara konsisten, dan dievaluasi secara berkelanjutan, maka kualitas lulusan juga akan semakin kuat. Universitas tentu mendukung setiap upaya fakultas dalam memperbaiki kualitas pembelajaran,” ungkap Prof. Muammar Bakry.

Menurutnya, perguruan tinggi juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, teknologi, serta perkembangan ilmu pengetahuan.

Karena itu, pendekatan OBE menjadi salah satu cara untuk memastikan bahwa proses pendidikan memiliki orientasi yang lebih jelas terhadap kompetensi lulusan.

Wakil Rektor I dan II Dukung Penguatan Tata Kelola Akademik

Kehadiran Wakil Rektor I dan Wakil Rektor II UIM semakin memperkuat posisi workshop ini sebagai bagian dari pengembangan akademik dan tata kelola universitas.

Dari sisi akademik, workshop diarahkan untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran. Sementara dari sisi kelembagaan, dokumen kurikulum dan RPS yang baik juga menjadi bagian penting dari sistem penjaminan mutu.

Sinergi antara universitas, fakultas, program studi, dan dosen menjadi kunci agar pengembangan kurikulum dapat diimplementasikan secara konsisten.

Tidak cukup hanya menyepakati format, tetapi diperlukan tindak lanjut berupa penyusunan, review, validasi, implementasi, dan evaluasi RPS secara berkala.

Hidupkan Nuansa Akademik melalui Pembenahan Kurikulum

Pelaksanaan workshop ini juga memperlihatkan komitmen FKIPS UIM untuk terus menghidupkan nuansa akademik melalui kegiatan yang menyentuh langsung inti proses pendidikan.

Jika seminar dan diskusi memperkuat wawasan, maka penyusunan kurikulum dan RPS menjadi fondasi yang menentukan bagaimana wawasan tersebut diterjemahkan ke dalam pembelajaran.

Bagi mahasiswa, hasil dari workshop ini nantinya diharapkan hadir dalam bentuk pembelajaran yang lebih terarah, metode yang lebih relevan, asesmen yang lebih jelas, serta pengalaman belajar yang benar-benar mengarah pada pencapaian kompetensi.

FKIPS UIM terus mendorong dosen untuk tidak hanya mengajar berdasarkan kebiasaan, tetapi merancang pembelajaran berdasarkan capaian yang ingin dituju.

Melalui Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis OBE dan Penyusunan RPS, FKIPS UIM menegaskan bahwa peningkatan mutu tidak hanya dibicarakan dalam forum, tetapi dibangun dari dokumen pembelajaran, ruang kelas, hingga hasil belajar mahasiswa. Dari kurikulum yang terarah, FKIPS UIM terus menyiapkan lulusan yang unggul, berkarakter, adaptif, dan siap menjawab kebutuhan zaman.