MAKASSAR, FKIPS NEWS — Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra Universitas Islam Makassar terus menunjukkan daya tarik yang semakin luas. Mahasiswa yang memilih menempuh pendidikan di PTI FKIPS UIM tidak hanya berasal dari Kota Makassar dan wilayah Sulawesi Selatan, tetapi juga datang dari luar Sulawesi hingga kawasan timur Indonesia.

Salah satunya adalah Vince Hilman, calon mahasiswa asal Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, yang resmi dinyatakan lulus pada Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Islam Makassar untuk Tahun Akademik 2026/2027. Surat keterangan kelulusan yang diterbitkan UIM tertanggal 3 September 2026 menegaskan bahwa Vince Hilman telah mendaftar dan dinyatakan lulus di Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi. Keterangan_Lulus_26085014012

Kehadiran mahasiswa dari Papua Pegunungan menjadi bukti bahwa PTI FKIPS UIM semakin dikenal oleh masyarakat di luar Sulawesi Selatan. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa lingkungan akademik PTI UIM mulai berkembang menjadi ruang belajar yang lebih beragam dari sisi latar belakang daerah, budaya, dan pengalaman mahasiswa.

Dari Timur Indonesia, Datang untuk Belajar Teknologi

Asal daerah mahasiswa yang semakin beragam memberi warna tersendiri bagi kehidupan akademik di PTI FKIPS UIM.

Mahasiswa dari Makassar akan belajar bersama mahasiswa yang datang dari kabupaten dan provinsi lain. Perbedaan bahasa daerah, kebiasaan, budaya, dan pengalaman hidup justru dapat menjadi kekayaan dalam proses pembelajaran.

Dalam konteks pendidikan teknologi informasi, keragaman tersebut juga sangat relevan. Setiap daerah di Indonesia memiliki persoalan pendidikan dan kebutuhan teknologi yang berbeda. Mahasiswa dari Papua, Sulawesi, maupun daerah lainnya dapat membawa pengalaman lokal masing-masing untuk didiskusikan dan dikembangkan menjadi gagasan, penelitian, aplikasi, maupun inovasi teknologi.

Kehadiran Vince Hilman dari Papua Pegunungan menjadi salah satu gambaran bahwa pendidikan teknologi informasi tidak memiliki batas geografis.

Dari Sabang sampai Merauke, generasi muda Indonesia memiliki kebutuhan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas, menguasai teknologi, dan mempersiapkan diri menghadapi transformasi digital.

PTI UIM: Teknologi untuk Pendidikan dan Masa Depan

Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi FKIPS UIM tidak hanya mempersiapkan mahasiswa memahami penggunaan komputer.

Mahasiswa diarahkan untuk memiliki kompetensi dalam bidang pemrograman, pengembangan perangkat lunak, jaringan komputer, sistem informasi, media pembelajaran digital, teknologi pendidikan, artificial intelligence, serta berbagai perkembangan teknologi informasi lainnya.

Pada saat yang sama, mahasiswa juga memperoleh fondasi keilmuan pendidikan sehingga memiliki peluang untuk mengembangkan karier baik di bidang pendidikan maupun sektor teknologi.

Keragaman asal mahasiswa dapat menjadi kekuatan dalam proses tersebut.

Mahasiswa dari daerah dapat membawa persoalan nyata yang ada di tempat asalnya, kemudian menggunakan teknologi sebagai bagian dari solusi. Misalnya, pengembangan media pembelajaran bagi sekolah di wilayah terpencil, aplikasi pelayanan masyarakat, sistem informasi sekolah, hingga teknologi untuk membantu akses pendidikan.

Dekan FKIPS: Kampus Harus Menjadi Rumah bagi Mahasiswa dari Berbagai Daerah

Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., menyambut baik kepercayaan masyarakat dari berbagai daerah yang memilih FKIPS UIM sebagai tempat melanjutkan pendidikan.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa dari luar Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa fakultas memiliki tanggung jawab yang semakin besar untuk memberikan pelayanan pendidikan yang baik dan menciptakan lingkungan kampus yang inklusif.

“Kami tentu sangat bersyukur ketika mahasiswa yang datang ke FKIPS UIM tidak hanya berasal dari Makassar atau Sulawesi Selatan. Kehadiran mahasiswa dari Papua dan berbagai wilayah lainnya menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada UIM. Kampus harus menjadi rumah akademik bagi semua mahasiswa tanpa melihat dari daerah mana mereka berasal,” ujar Dr. Mulyadi.

Ia berharap keberagaman tersebut dapat memperkuat semangat persatuan sekaligus menjadi pengalaman pendidikan bagi seluruh mahasiswa.

“Mahasiswa akan belajar bukan hanya dari dosen, tetapi juga dari teman-temannya. Ketika mahasiswa dari berbagai budaya berada dalam satu kelas, mereka belajar berkomunikasi, saling menghargai, memahami perbedaan, dan bekerja sama. Ini merupakan bagian penting dari pendidikan,” tambahnya.

Rektor UIM: Universitas Terbuka untuk Anak Bangsa dari Seluruh Indonesia

Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., juga menegaskan bahwa UIM terbuka bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran dalam mempertemukan generasi muda dari berbagai latar belakang untuk tumbuh melalui pendidikan.

“Universitas Islam Makassar merupakan ruang pendidikan bagi generasi muda dari berbagai daerah. Kita ingin mahasiswa yang datang dari mana pun memperoleh kesempatan belajar, berkembang, membangun jejaring, serta kembali memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakatnya,” ungkap Prof. Muammar Bakry.

Ia berharap mahasiswa yang berasal dari luar Sulawesi Selatan dapat menjadi jembatan yang memperluas kontribusi dan jejaring Universitas Islam Makassar di berbagai wilayah Indonesia.

Dari Papua untuk Indonesia

Resminya Vince Hilman sebagai mahasiswa baru PTI UIM menjadi lebih dari sekadar kabar penerimaan mahasiswa.

Kehadirannya membawa pesan bahwa pendidikan dapat mempertemukan anak-anak bangsa dari wilayah yang sangat berjauhan dalam satu ruang belajar.

Dari Papua Pegunungan ke Makassar, perjalanan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar memperoleh pendidikan dan meningkatkan kompetensi di bidang teknologi informasi.

Bagi PTI FKIPS UIM, keberagaman asal mahasiswa juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, fasilitas, kegiatan akademik, penelitian, dan pelayanan mahasiswa.

PTI FKIPS UIM tidak hanya untuk mahasiswa Makassar. Dari Sulawesi hingga Papua, dan dengan semangat pendidikan dari Sabang sampai Merauke, FKIPS UIM membuka ruang bagi generasi muda Indonesia untuk belajar teknologi, membangun kompetensi, memperluas persaudaraan, dan mempersiapkan masa depan bersama.