Abd. Hakim Naba: Kepemimpinan Program Studi Harus Berpijak pada Integritas, Keadilan, dan Kepentingan Akademik
FKIPS NEWS – Kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi bukan hanya tentang menjalankan administrasi akademik, tetapi juga memastikan setiap kebijakan mampu memberikan manfaat yang adil bagi seluruh sivitas akademika. Prinsip tersebut menjadi salah satu nilai yang terus dipegang oleh Abd. Hakim Naba, S.Pd., M.Pd., akademisi Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra (FKIPS) Universitas Islam Makassar (UIM), yang pernah mengemban amanah sebagai Ketua Program Studi.
Berbekal pengalaman memimpin program studi, Abd. Hakim Naba memandang bahwa keberhasilan sebuah program studi tidak ditentukan oleh figur pemimpinnya semata, melainkan oleh kemampuan membangun sistem akademik yang transparan, profesional, dan berpihak pada peningkatan mutu pendidikan.
Menurutnya, setiap keputusan yang diambil dalam pengelolaan program studi harus berlandaskan kepentingan institusi dan kemajuan mahasiswa, bukan pada kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
“Seorang pemimpin akademik harus mampu menjaga amanah dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan, objektivitas, dan profesionalisme. Kebijakan yang baik adalah kebijakan yang memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk berkembang sesuai kapasitas dan prestasinya,” ungkap Abd. Hakim Naba.
Selama menjalankan amanah sebagai Ketua Program Studi, ia berupaya membangun budaya akademik yang kolaboratif melalui penguatan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan penelitian, publikasi ilmiah, serta pelayanan akademik yang terbuka dan akuntabel.
Selain itu, ia juga mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif menghasilkan karya ilmiah, memperluas jejaring kolaborasi, serta mengembangkan inovasi pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Bagi Abd. Hakim Naba, kepemimpinan di perguruan tinggi bukanlah tentang kewenangan, melainkan tentang pelayanan.
“Jabatan adalah amanah yang memiliki batas waktu, tetapi nilai pengabdian akan terus dikenang. Karena itu, setiap kebijakan harus meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan seluruh sivitas akademika dan menjadi fondasi bagi kemajuan program studi di masa mendatang,” tambahnya.
Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., mengapresiasi kontribusi Abd. Hakim Naba selama menjalankan berbagai amanah akademik.
“FKIPS terus membangun budaya kepemimpinan yang berorientasi pada mutu, integritas, dan pelayanan. Pengalaman Abd. Hakim Naba dalam memimpin program studi menjadi bagian dari proses penguatan tata kelola akademik yang profesional dan berkelanjutan. Kami percaya bahwa kepemimpinan yang baik akan melahirkan lingkungan akademik yang sehat, produktif, dan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas,” ujar Dekan.
Senada dengan itu, Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., menegaskan bahwa kepemimpinan di perguruan tinggi harus mampu menjaga kepercayaan dan menjadi teladan bagi sivitas akademika.
“Seorang pemimpin akademik dituntut memiliki integritas, kejujuran, dan komitmen dalam membangun institusi. Setiap kebijakan hendaknya berorientasi pada kemajuan universitas, peningkatan kualitas pendidikan, dan pelayanan yang adil bagi seluruh sivitas akademika,” tegas Rektor.
Pengalaman kepemimpinan Abd. Hakim Naba menjadi salah satu cerminan bahwa tata kelola akademik yang baik dibangun melalui kolaborasi, keterbukaan, dan pengambilan keputusan yang objektif. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus menjadi budaya di lingkungan FKIPS Universitas Islam Makassar dalam mewujudkan fakultas yang unggul, profesional, dan berdaya saing.

