Akreditasi Unggul Tak Membuat Berhenti Berbenah, Ketua Prodi PBSI FKIPS UIM Perkuat Jejaring di RAKORNAS X IKAPROBSI 2026
MAKASSAR, FKIPS NEWS — Predikat Akreditasi Unggul tidak membuat Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra Universitas Islam Makassar berhenti melakukan pengembangan. Komitmen menjaga mutu sekaligus memperluas jejaring akademik kembali ditunjukkan melalui keikutsertaan Ketua Prodi PBSI FKIPS UIM, Erniati, S.Pd., M.Pd., dalam RAKORNAS X dan Seminar Internasional IKAPROBSI 2026 yang berlangsung di Makassar, 7–9 Agustus 2026.
Forum tersebut mempertemukan pengelola Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, akademisi, praktisi, serta berbagai pemangku kepentingan dari perguruan tinggi di Indonesia. Pertemuan nasional ini menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan, berbagi praktik baik, memperkuat kolaborasi antarlembaga, serta membahas arah pengembangan pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menghadapi perubahan dunia pendidikan yang semakin cepat.
Bagi Prodi PBSI FKIPS UIM, keikutsertaan dalam RAKORNAS X IKAPROBSI bukan sekadar menghadiri agenda kelembagaan. Forum ini dimanfaatkan untuk memperoleh perspektif baru mengenai tata kelola program studi, kurikulum, penelitian, publikasi ilmiah, pembelajaran bahasa dan sastra, literasi, penguatan karakter, hingga pengembangan kompetensi lulusan.
Kehadiran seminar internasional dalam rangkaian kegiatan tersebut semakin memperluas ruang diskusi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia kini dihadapkan pada berbagai perubahan, mulai dari transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pendidikan, perubahan karakter peserta didik, perkembangan media komunikasi, hingga tuntutan lulusan yang lebih kreatif, adaptif, dan memiliki keterampilan abad ke-21.
Dari Akreditasi Unggul Menuju Kolaborasi yang Lebih Luas
Ketua Prodi PBSI FKIPS UIM, Erniati, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa forum seperti RAKORNAS dan seminar internasional menjadi kesempatan penting bagi pengelola program studi untuk melihat perkembangan pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari perspektif yang lebih luas.
Menurutnya, capaian Akreditasi Unggul yang telah diraih PBSI FKIPS UIM harus menjadi energi untuk terus melakukan inovasi, bukan menjadi titik akhir dari proses pengembangan program studi.
“Keikutsertaan dalam RAKORNAS dan Seminar Internasional IKAPROBSI menjadi kesempatan penting bagi kami untuk memperluas jejaring, bertukar gagasan, dan memperoleh berbagai inspirasi dalam pengembangan Program Studi PBSI. Capaian Akreditasi Unggul justru menjadi motivasi untuk terus berbenah dan menghadirkan pendidikan yang semakin berkualitas serta berdampak,” ujar Erniati.
Ia menilai bahwa kolaborasi antarpengelola program studi menjadi semakin penting di tengah dinamika pendidikan tinggi. Perguruan tinggi tidak dapat berkembang sendiri-sendiri. Pertukaran pengalaman, penelitian kolaboratif, publikasi bersama, kegiatan mahasiswa, hingga pengembangan kurikulum dapat diperkuat melalui jejaring organisasi profesi seperti IKAPROBSI.
“Banyak praktik baik dari perguruan tinggi lain yang dapat kita pelajari. Sebaliknya, pengalaman yang telah dikembangkan di PBSI FKIPS UIM juga dapat kita bagikan. Inilah pentingnya forum kolaborasi, karena pengembangan program studi tidak hanya berbicara tentang internal kampus, tetapi bagaimana kita membangun jejaring yang lebih luas,” tambahnya.
Dekan FKIPS UIM: Akreditasi Unggul Harus Diikuti Budaya Mutu
Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., memberikan apresiasi terhadap keikutsertaan Ketua Prodi PBSI dalam RAKORNAS X dan Seminar Internasional IKAPROBSI 2026.
Menurutnya, keterlibatan pimpinan program studi dalam forum akademik nasional dan internasional merupakan bagian dari proses menjaga budaya mutu di lingkungan FKIPS UIM.
“Kami sangat mengapresiasi keikutsertaan Ketua Prodi PBSI dalam forum nasional dan internasional ini. Program studi yang telah meraih Akreditasi Unggul tentu memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitasnya. Salah satu caranya adalah terus belajar, memperluas jejaring, berkolaborasi, dan mengikuti perkembangan terbaru dalam bidang keilmuan,” ungkap Dr. Mulyadi.
Ia menegaskan bahwa FKIPS UIM terus mendorong setiap program studi untuk tidak hanya fokus pada aktivitas akademik di dalam kampus, tetapi juga aktif membangun jejaring eksternal.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh melalui forum seperti IKAPROBSI diharapkan dapat ditransformasikan menjadi program konkret, baik dalam pengembangan kurikulum, pembelajaran, penelitian, publikasi maupun aktivitas mahasiswa.
“Yang paling penting adalah bagaimana hasil dari setiap kegiatan dapat kembali memberikan manfaat kepada mahasiswa. Jejaring yang dibangun harus membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkarya, berkolaborasi, dan meningkatkan kompetensinya,” lanjutnya.
Rektor UIM: Jejaring Akademik Memperkuat Kualitas Perguruan Tinggi
Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., turut mengapresiasi partisipasi program studi di lingkungan UIM dalam forum akademik dan organisasi keilmuan.
Menurutnya, perguruan tinggi harus terus membuka diri terhadap kerja sama dan perkembangan keilmuan agar pelaksanaan tridarma semakin berkualitas dan memberikan dampak yang lebih luas.
“Universitas Islam Makassar terus mendorong dosen dan pengelola program studi untuk aktif dalam berbagai forum akademik, baik nasional maupun internasional. Kolaborasi seperti ini penting untuk memperluas wawasan, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat penelitian, dan membangun jejaring yang memberikan manfaat bagi institusi serta masyarakat,” ujar Prof. Muammar Bakry.
Rektor menilai bahwa perkembangan sebuah universitas tidak hanya ditentukan oleh apa yang dilakukan di dalam kampus, tetapi juga oleh seberapa luas kontribusi dan jejaring akademik yang dibangun bersama berbagai institusi.
Belajar Bahasa dan Sastra di Prodi yang Terus Bergerak
Keikutsertaan Ketua Prodi PBSI FKIPS UIM dalam RAKORNAS X dan Seminar Internasional IKAPROBSI 2026 sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan program studi dilakukan secara berkelanjutan.
Bagi mahasiswa, aktivitas seperti ini memiliki arti penting. Jejaring yang dibangun pimpinan program studi dapat membuka peluang hadirnya kolaborasi baru dalam pembelajaran, seminar, penelitian, publikasi, pertukaran gagasan, hingga kegiatan kemahasiswaan.
PBSI FKIPS UIM tidak hanya mengajarkan mahasiswa tentang teori bahasa, sastra, pembelajaran, dan literasi. Mahasiswa juga dipersiapkan menjadi calon pendidik dan lulusan yang mampu berkomunikasi, berpikir kritis, kreatif, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki kemampuan untuk berkarya di tengah perubahan zaman.
Predikat Akreditasi Unggul menjadi salah satu bukti perjalanan budaya mutu tersebut. Namun, bagi PBSI FKIPS UIM, capaian itu bukan alasan untuk berhenti bergerak.
RAKORNAS X dan Seminar Internasional IKAPROBSI 2026 menjadi momentum untuk kembali memperkuat semangat unggul, berinovasi, berkolaborasi, dan berdampak.
Belajar di PBSI FKIPS UIM berarti berada di lingkungan program studi yang tidak hanya unggul dalam akreditasi, tetapi juga terus membuka jejaring, mengikuti perkembangan keilmuan, dan menghadirkan dosen serta pimpinan program studi yang aktif membawa pengalaman dari berbagai forum akademik kembali ke ruang belajar mahasiswa.

