ASSeet FKIPS UIM Gelar English Camp 2026, Perkuat Kompetensi Bahasa dan Kepemimpinan Mahasiswa

Pembukaan English Camp 2026 yang diselenggarakan Association of English Education Students (ASSeet) FKIPS Universitas Islam Makassar di Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Jumat (17/7/2026). Kegiatan dibuka dengan dihadiri oleh Dr. Sitti Nurjannah, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran pengurus ASSeet FKIPS UIM. English Camp yang berlangsung hingga 20 Juli 2026
Maros — Association of English Education Students (ASSeet) Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra (FKIPS) Universitas Islam Makassar (UIM) menggelar English Camp 2026 di Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, pada 17–20 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris FKIPS UIM ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi berbahasa Inggris, kepemimpinan, serta kemampuan berkolaborasi melalui pembelajaran berbasis pengalaman.
Mengusung pendekatan experiential learning dan outdoor learning, English Camp dirancang sebagai ruang belajar di luar kelas yang mendorong mahasiswa menggunakan bahasa Inggris secara aktif dalam berbagai situasi komunikasi. Selama empat hari pelaksanaan, peserta mengikuti beragam agenda, mulai dari public speaking, diskusi kelompok, presentasi, language games, pelatihan kepemimpinan, team building, hingga berbagai aktivitas kolaboratif yang menekankan penggunaan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua ASSeet FKIPS UIM, Fitriani, mengatakan bahwa English Camp merupakan program kerja tahunan organisasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter mahasiswa.
“English Camp dirancang agar peserta tidak hanya berlatih menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai situasi, tetapi juga belajar bekerja sama, memimpin, dan beradaptasi melalui berbagai kegiatan yang telah disusun panitia. Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus keterampilan sosial yang akan bermanfaat di dunia profesional,” ujarnya.
Untuk memperkaya pengalaman belajar peserta, panitia juga menghadirkan sejumlah narasumber. Salah satu pemateri, Sulvinana, menyampaikan materi yang berfokus pada pengembangan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, dan keberanian berbicara dalam bahasa Inggris. Melalui sesi interaktif, peserta diajak membangun kemampuan berbicara secara efektif serta meningkatkan rasa percaya diri dalam menyampaikan ide dan gagasan. Kehadiran para pemateri diharapkan dapat memberikan wawasan baru sekaligus memotivasi peserta untuk terus mengembangkan kompetensi berbahasa Inggris di lingkungan akademik maupun profesional.

Sulvinana menyampaikan materi kepada peserta English Camp 2026 yang diselenggarakan Association of English Education Students (ASSeet) FKIPS Universitas Islam Makassar di Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sabtu (18/7/2026).
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris FKIPS UIM, Dr. Andi Rijal, S.S., M.Hum., menilai penguasaan bahasa asing memerlukan ruang praktik yang memungkinkan mahasiswa menggunakan bahasa Inggris secara aktif di luar pembelajaran formal.
“Bahasa tidak cukup dipelajari di dalam ruang kelas. Mahasiswa perlu memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual melalui interaksi langsung, diskusi, presentasi, dan berbagai aktivitas yang mendorong mereka menggunakan bahasa Inggris secara aktif. English Camp menjadi salah satu media yang efektif untuk mendukung proses tersebut sekaligus membangun keterampilan komunikasi dan kepercayaan diri mahasiswa,” katanya.
Menurut Andi Rijal, pemilihan Desa Benteng Gajah sebagai lokasi kegiatan merupakan bagian dari strategi pembelajaran berbasis pengalaman. Lingkungan alam yang kondusif diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif sehingga peserta dapat membangun komunikasi, kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama secara lebih optimal.
Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., mengapresiasi konsistensi ASSeet bersama Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris dalam menyelenggarakan kegiatan yang mengintegrasikan pengembangan akademik dengan pembentukan karakter mahasiswa.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi. English Camp menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi tersebut. Kami berharap kegiatan ini terus menjadi tradisi akademik yang mampu melahirkan lulusan FKIPS UIM yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara program studi dan organisasi kemahasiswaan merupakan modal penting dalam menciptakan iklim akademik yang dinamis. Menurutnya, kegiatan seperti English Camp memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar melalui pengalaman nyata sekaligus mengasah berbagai keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan di dunia kerja.
Selama pelaksanaan, peserta diwajibkan menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai aktivitas yang telah ditentukan panitia sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan berkomunikasi secara aktif. Selain penguatan keterampilan berbahasa, seluruh rangkaian kegiatan juga diarahkan pada pengembangan karakter, kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, pemecahan masalah, serta kolaborasi antarmahasiswa.
English Camp merupakan salah satu program unggulan ASSeet FKIPS UIM yang secara konsisten diselenggarakan sebagai media pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Melalui kolaborasi antara organisasi kemahasiswaan, program studi, dan fakultas, kegiatan ini diharapkan terus menjadi ruang pembinaan yang mampu mengintegrasikan kompetensi akademik, kemampuan berbahasa Inggris, karakter kepemimpinan, serta keterampilan abad ke-21. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya siap menghadapi tantangan dunia kerja, tetapi juga mampu berkontribusi sebagai lulusan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
