MAKASSAR, FKIPS NEWS — Inovasi layanan digital yang baru dikembangkan Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra Universitas Islam Makassar mulai menunjukkan hasil positif. Layanan Informasi dan Pengaduan FKIPS UIM berbasis WhatsApp yang terintegrasi dengan website fakultas langsung mendapat respons ratusan pengunjung hanya dalam beberapa hari awal pemanfaatannya.

Berdasarkan laporan harian sistem, pada satu periode tercatat 316 views dengan 73 klik, atau tingkat klik sebesar 23,10 persen. Pada laporan berikutnya, layanan tersebut memperoleh 239 views dengan 71 klik, dengan persentase klik meningkat menjadi 29,71 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa pengunjung website tidak hanya melihat fitur layanan, tetapi juga mulai aktif menggunakan kanal komunikasi yang telah disediakan.
Capaian awal ini menjadi indikator penting bagi FKIPS UIM bahwa kebutuhan terhadap layanan informasi yang cepat, sederhana, dan langsung terhubung dengan pengelola program studi memang cukup tinggi.

Layanan tersebut sebelumnya dikembangkan sebagai bagian dari upaya FKIPS UIM memperkuat website fakultas agar tidak hanya berfungsi sebagai media publikasi, tetapi juga menjadi pusat layanan digital.

Melalui fitur ini, pengunjung dapat memilih kanal komunikasi sesuai program studi yang dibutuhkan. Beberapa kanal yang tercatat dalam laporan antara lain Kaprodi PPG, Kaprodi PGSD, Kaprodi Sastra Inggris, Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris, serta kanal program studi lainnya.

PGSD Jadi Salah Satu Kanal yang Paling Banyak Diklik

Data harian memperlihatkan pola penggunaan yang menarik.

Pada laporan dengan 316 views, kanal Kaprodi PGSD memperoleh 16 klik atau sekitar 5,06 persen, sedangkan PPG memperoleh 8 klik atau 2,53 persen. Kanal Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris masing-masing memperoleh 11 klik atau sekitar 3,48 persen.

Pada laporan hari berikutnya, kanal Kaprodi PGSD kembali menjadi salah satu yang paling banyak diakses, dengan 18 klik dari 239 views atau 7,53 persen. Sementara PPG memperoleh 10 klik atau 4,18 persen, Pendidikan Bahasa Inggris 11 klik atau 4,60 persen, dan Sastra Inggris 8 klik atau 3,35 persen.

Data ini memberi gambaran awal bahwa pengguna mulai memahami fungsi layanan dan memilih kanal komunikasi berdasarkan kebutuhan masing-masing.

Di sisi lain, terdapat pula kanal yang belum aktif atau belum mendapatkan trafik pada periode laporan, seperti PAUD yang masih tercatat 0 views dan 0 klik. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan layanan selanjutnya.

Dari Sekadar Fitur menjadi Layanan yang Benar-Benar Dipakai

Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., mengapresiasi respons awal masyarakat terhadap inovasi tersebut.

Menurutnya, keberhasilan sebuah sistem digital tidak cukup dinilai dari tampilannya, tetapi dari seberapa jauh sistem tersebut benar-benar digunakan.

“Alhamdulillah, laporan awal menunjukkan bahwa layanan ini langsung digunakan oleh pengunjung website. Ini menjadi indikator bahwa masyarakat memang membutuhkan akses komunikasi yang lebih cepat dan sederhana. Selanjutnya yang perlu kita pastikan adalah kualitas respons dan pelayanan dari setiap unit,” ujar Dr. Mulyadi.

Ia menegaskan bahwa FKIPS UIM tidak ingin pengembangan website berhenti pada aspek visual semata.

“Website harus hidup. Tidak cukup hanya menampilkan profil atau berita. Harus ada fungsi layanan di dalamnya, sehingga mahasiswa, calon mahasiswa, orang tua, dan masyarakat bisa memperoleh manfaat secara langsung,” lanjutnya.

Data Harian Jadi Bahan Evaluasi

 

Salah satu kelebihan dari sistem yang dikembangkan adalah adanya Agent Daily Report yang dikirim secara otomatis melalui email.

Laporan ini memungkinkan pengelola melihat jumlah views, jumlah klik, persentase klik, hingga kanal program studi mana yang paling banyak digunakan.

Dengan demikian, pengembangan layanan dapat dilakukan berbasis data.

Jika suatu kanal memiliki tingkat klik tinggi, fakultas dapat memastikan kesiapan respons pengelola. Sebaliknya, jika ada kanal dengan aktivitas rendah, dapat dilakukan evaluasi dari sisi penempatan, keterhubungan, maupun kebutuhan pengguna.

Model seperti ini sekaligus menjadi langkah awal menuju tata kelola digital yang lebih terukur.

Promosi dan Pelayanan Mulai Terhubung

Layanan informasi dan pengaduan FKIPS UIM juga memperlihatkan bagaimana promosi dan pelayanan dapat berjalan dalam satu ekosistem.

Pengunjung yang membaca berita, melihat profil program studi, atau mengetahui informasi PMB dapat langsung menghubungi program studi tanpa harus mencari nomor kontak dari sumber lain.

Dalam konteks penerimaan mahasiswa baru, pola tersebut memiliki nilai strategis. Calon mahasiswa yang masih ragu dapat langsung bertanya mengenai program studi, proses pendaftaran, kegiatan akademik, atau layanan lainnya.

Di saat yang sama, mahasiswa aktif juga dapat menggunakan kanal tersebut untuk memperoleh informasi maupun menyampaikan kebutuhan akademik.

Dengan demikian, website FKIPS UIM mulai bergerak dari sekadar media informasi menjadi jembatan interaksi langsung antara institusi dan pengguna.

Rektor UIM: Transformasi Digital Harus Terukur

Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., mendorong setiap inovasi digital di lingkungan universitas agar tidak hanya modern dari sisi teknologi, tetapi juga memiliki manfaat nyata dan dapat dievaluasi.

“Transformasi digital yang baik adalah yang memudahkan layanan dan memberikan dampak. Kalau sebuah sistem bisa diukur penggunaannya, maka kita bisa mengetahui apakah benar-benar bermanfaat atau masih perlu diperbaiki,” ujar Prof. Muammar Bakry.

Menurutnya, pemanfaatan data dalam evaluasi layanan juga menjadi bagian penting dari peningkatan tata kelola perguruan tinggi.

Langkah Awal yang Menjanjikan

Respons ratusan pengunjung dalam periode awal menjadi sinyal positif bagi pengembangan Layanan Informasi dan Pengaduan FKIPS UIM.

Dari 316 views dengan 73 klik hingga 239 views dengan 71 klik, sistem menunjukkan bahwa pengguna mulai memanfaatkan layanan secara aktif, bahkan persentase klik meningkat dari 23,10 persen menjadi 29,71 persen.
Angka tersebut tentu masih menjadi data awal. Namun bagi FKIPS UIM, hasil ini cukup untuk menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan mulai menemukan fungsi nyatanya.

Ke depan, tantangannya bukan hanya meningkatkan jumlah klik, tetapi memastikan setiap klik berujung pada informasi yang jelas, respons yang cepat, pelayanan yang ramah, dan penyelesaian kebutuhan pengguna secara tepat.

FKIPS UIM tidak hanya membangun website yang lebih menarik, tetapi mulai membangun layanan digital yang benar-benar digunakan. Dari data, evaluasi, hingga komunikasi langsung dengan program studi, FKIPS UIM terus bergerak menuju fakultas yang semakin responsif, terbuka, dan dekat dengan mahasiswa serta masyarakat.