Makassar, FKIPS NEWS — Komitmen dosen Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra Universitas Islam Makassar (FKIPS UIM) untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah kembali ditunjukkan. Andi Muh Akbar Saputra, S.T., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) FKIPS UIM, mengikuti Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Bereputasi yang diselenggarakan Program Studi S3 Pendidikan Vokasi Keteknikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM), Sabtu–Minggu, 8–9 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Program Pascasarjana UNM dan diikuti mahasiswa aktif Program Studi S3 Pendidikan Vokasi Keteknikan, khususnya mahasiswa angkatan 2024 dan 2025. Workshop diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menghasilkan artikel ilmiah berkualitas dan memperbesar peluang publikasi pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi.

Workshop dibuka oleh Ketua Program Studi S3 Pendidikan Vokasi Keteknikan PPs UNM, Prof. Dr. Purnamawati, M.Pd., serta turut dihadiri Direktur Program Pascasarjana UNM, Prof. Dr. Ir. A. Muhammad Idkhan, S.T., M.T., IPM.

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber yang memiliki pengalaman dalam penelitian dan publikasi ilmiah, yakni Prof. Dr. Ir. Muhammad Yahya, M.Kes., M.En., IPU., ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. Hendra Jaya, S.Pd., M.T., serta Dr. Ir. Mukhlisin, M.Pd., IPM., APEC.Eng.

Dari Research Gap hingga Target Jurnal Q1

Berbeda dari kegiatan yang hanya menekankan aspek teknis penulisan, workshop ini membahas proses penyusunan artikel ilmiah secara lebih komprehensif. Peserta diarahkan mulai dari menentukan topik penelitian, membaca perkembangan penelitian terkini, mengidentifikasi research gap, memperkuat unsur kebaruan atau novelty, menentukan metodologi yang tepat, hingga membangun pembahasan yang memiliki kontribusi terhadap pengembangan keilmuan.

Selain itu, peserta memperoleh penguatan mengenai penggunaan referensi ilmiah yang relevan dan mutakhir, struktur artikel sesuai standar jurnal internasional, strategi menentukan jurnal tujuan, serta cara memahami proses editorial setelah sebuah naskah dikirimkan.

Tahapan submission, proses peer review, revisi artikel hingga strategi memberikan respons terhadap komentar reviewer turut menjadi bagian penting dalam workshop.

Ketua Program Studi S3 Pendidikan Vokasi Keteknikan PPs UNM, Prof. Dr. Purnamawati, M.Pd., dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya kemampuan publikasi bagi mahasiswa program doktor. Mahasiswa tidak hanya diarahkan menghasilkan artikel sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan akademik, tetapi juga didorong meningkatkan kualitas karya agar mampu bersaing pada jurnal internasional bereputasi, termasuk jurnal yang berada pada kategori Quartile 1 (Q1).

Andi Akbar: Menulis Artikel Harus Dimulai dari Masalah dan Kebaruan yang Kuat

Bagi Andi Muh Akbar Saputra, S.T., M.Pd., keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas sebagai dosen sekaligus peneliti di bidang pendidikan teknologi informasi dan pendidikan vokasi.

Menurutnya, salah satu pembelajaran penting dalam workshop adalah bahwa artikel bereputasi tidak cukup hanya memiliki bahasa akademik yang baik. Kekuatan utama artikel justru dimulai dari bagaimana peneliti menemukan persoalan yang relevan, membaca penelitian terdahulu secara kritis, serta menunjukkan kontribusi baru dari penelitian yang dilakukan.

“Artikel yang baik tidak dimulai ketika kita membuka dokumen dan mulai menulis, tetapi sejak kita membaca penelitian terdahulu, menemukan research gap, kemudian menentukan apa kontribusi baru yang dapat kita tawarkan. Workshop ini memberikan penguatan bagaimana sebuah penelitian diarahkan agar memiliki argumentasi ilmiah yang lebih kuat dan memiliki peluang untuk dipublikasikan pada jurnal bereputasi,” ungkap Andi.

Ia menilai pendampingan terhadap artikel peserta menjadi salah satu bagian penting dari workshop. Melalui proses tersebut, peserta dapat melihat kembali kelemahan naskah masing-masing, baik dari sisi substansi, metodologi, penggunaan referensi, maupun kedalaman pembahasan.

“Targetnya tentu bukan sekadar artikel selesai. Artikel harus memiliki kualitas. Setelah naskah selesai, masih ada proses panjang berupa audit referensi, penguatan metodologi, pengecekan konsistensi hasil dan pembahasan, pemilihan jurnal yang tepat, sampai kesiapan menghadapi reviewer,” tambahnya.

Pengetahuan yang diperoleh dalam workshop tersebut juga diharapkan dapat ditransfer dalam kegiatan akademik di Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi FKIPS UIM, termasuk dalam membimbing mahasiswa menyusun penelitian dan tugas akhir.

Dekan FKIPS UIM: Dosen Harus Terus Belajar dan Menghasilkan Karya

Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., mengapresiasi keikutsertaan dosen PTI dalam workshop penulisan artikel ilmiah bereputasi tersebut.

Menurutnya, pengembangan kualitas dosen menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu fakultas. Dosen tidak hanya memiliki tanggung jawab mengajar, tetapi juga harus aktif melakukan penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.

“Kami tentu memberikan apresiasi. Dosen yang terus belajar akan membawa pengalaman dan pengetahuan baru kembali ke ruang kelas. Ketika dosen aktif melakukan penelitian dan publikasi, mahasiswa juga akan memperoleh pengalaman belajar yang semakin kaya,” ujar Dr. Mulyadi.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh melalui workshop dapat dibagikan kepada dosen maupun mahasiswa FKIPS UIM sehingga budaya membaca, meneliti, menulis, dan mempublikasikan karya ilmiah semakin kuat.

Rektor UIM Dorong Publikasi Berdampak

Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., turut mendorong dosen UIM untuk terus meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, termasuk produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah.

“Perguruan tinggi membutuhkan dosen yang terus mengembangkan keilmuannya. Publikasi bukan hanya mengenai jumlah artikel yang dihasilkan, tetapi bagaimana penelitian tersebut memiliki kualitas, memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” ungkap Prof. Muammar Bakry.

Menurutnya, keterlibatan dosen UIM dalam berbagai forum akademik juga menjadi bagian penting dalam membangun jejaring dan memperkuat reputasi universitas di tingkat nasional maupun internasional.

Belajar di PTI FKIPS UIM Bersama Dosen yang Aktif Meneliti

Keikutsertaan Andi Muh Akbar Saputra dalam Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Bereputasi memperlihatkan bahwa proses pengembangan kompetensi dosen FKIPS UIM berlangsung secara berkelanjutan.

Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, aktivitas dosen dalam penelitian dan publikasi juga memberikan keuntungan tersendiri. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai metodologi penelitian dari buku, tetapi dapat belajar dari pengalaman dosen dalam menyusun penelitian, menemukan kebaruan, mengembangkan teknologi pembelajaran, menulis artikel, hingga mempersiapkan publikasi ilmiah.

Kegiatan workshop berlanjut hingga Minggu, 9 Agustus 2026, melalui rangkaian pemaparan materi, diskusi dan pendampingan artikel peserta.

Di FKIPS UIM, pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas. Mahasiswa belajar bersama dosen yang terus meningkatkan kompetensi, melakukan penelitian, membangun inovasi dan memperjuangkan karyanya agar dapat hadir dalam publikasi ilmiah bereputasi. Belajar di PTI FKIPS UIM berarti belajar teknologi bersama dosen yang benar-benar terus berkarya.