Makassar, FKIPS NEWS — Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra Universitas Islam Makassar terus mendorong peningkatan kompetensi dosen dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan Sulviana, S.S., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIPS UIM, dalam kegiatan Workshop Optimalisasi Penggunaan Artificial Intelligence (AI) bagi Dosen di Lingkungan LLDIKTI Wilayah IX Angkatan I.

Workshop tersebut dilaksanakan selama dua hari, pada Senin–Selasa, 3–4 Agustus 2026, bertempat di Aula Ridwan Saleh Mattayang, Kantor LLDIKTI Wilayah IX. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dari berbagai perguruan tinggi di wilayah kerja LLDIKTI Wilayah IX sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pendidikan tinggi dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial secara tepat, produktif, dan bertanggung jawab.

Kecerdasan artifisial saat ini telah menjadi salah satu teknologi yang banyak digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan tinggi. Bagi dosen, AI tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk membantu penyusunan bahan ajar, tetapi juga mendukung pengembangan media pembelajaran, pencarian dan pengolahan informasi, penyusunan instrumen evaluasi, analisis data penelitian, serta peningkatan efektivitas pelayanan akademik.

Keikutsertaan Sulviana dalam workshop tersebut menjadi bagian dari langkah FKIPS UIM untuk memastikan bahwa para dosennya terus mengikuti perkembangan teknologi dan mampu mengintegrasikannya dalam proses pembelajaran. Hal ini dinilai penting karena perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang menguasai pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi terhadap perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi digital.

Sulviana menyampaikan bahwa workshop tersebut memberikan wawasan yang lebih luas mengenai peluang pemanfaatan AI dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam kegiatan pembelajaran dan penelitian.

“Kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa artificial intelligence dapat menjadi alat bantu yang sangat bermanfaat bagi dosen apabila digunakan secara tepat. AI dapat membantu kita mengembangkan bahan pembelajaran, menyusun aktivitas yang lebih interaktif, serta meningkatkan efektivitas pekerjaan akademik. Namun, penggunaannya tetap harus memperhatikan etika, validitas informasi, dan kejujuran akademik,” ujar Sulviana.

Sebagai dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Sulviana melihat bahwa teknologi AI memiliki potensi besar untuk mendukung pembelajaran bahasa. Teknologi tersebut dapat digunakan dalam pengembangan latihan keterampilan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Selain itu, AI dapat membantu mahasiswa mendapatkan umpan balik awal terhadap tulisan, melatih pelafalan, memperkaya kosakata, serta mengembangkan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan mahasiswa.

Meskipun demikian, pemanfaatan AI dalam pembelajaran tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran dosen. Dosen tetap memiliki peran utama dalam merancang pembelajaran, memberikan pendampingan, menanamkan nilai, membangun kemampuan berpikir kritis, serta memastikan bahwa mahasiswa menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

“AI seharusnya menjadi mitra dalam proses pembelajaran, bukan menggantikan proses berpikir mahasiswa. Tugas dosen adalah mengarahkan agar mahasiswa mampu menggunakan teknologi secara kritis, kreatif, dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik,” tambah Sulviana.

Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui workshop tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam pembelajaran di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIPS UIM. Selain itu, hasil kegiatan juga dapat dibagikan kepada dosen dan mahasiswa melalui diskusi akademik, pengembangan perangkat pembelajaran, maupun kegiatan peningkatan literasi digital di lingkungan fakultas.

Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., mengapresiasi keikutsertaan Sulviana dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah IX. Menurutnya, peningkatan kompetensi dosen merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga mutu pendidikan dan memperkuat budaya akademik di lingkungan fakultas.

“Kami memberikan apresiasi kepada Ibu Sulviana yang terus mengembangkan kompetensinya melalui workshop ini. Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, sehingga dosen harus terus belajar dan beradaptasi. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam pembelajaran serta dibagikan kepada dosen dan mahasiswa lainnya,” ungkap Dr. Mulyadi.

Ia menambahkan bahwa FKIPS UIM terus memberikan ruang kepada para dosen untuk mengikuti pelatihan, seminar, workshop, penelitian, publikasi ilmiah, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Aktivitas tersebut tidak hanya mendukung pengembangan karier dosen, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran mahasiswa.

Menurut Dr. Mulyadi, mahasiswa memerlukan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, dosen harus mampu menghubungkan teori yang dipelajari di dalam kelas dengan kebutuhan nyata di masyarakat dan dunia kerja.

“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa FKIPS UIM memperoleh pembelajaran dari dosen-dosen yang aktif, adaptif, dan memiliki pengalaman nyata. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya bersumber dari buku, tetapi juga dari pengalaman profesional dan kegiatan akademik dosennya,” lanjutnya.

Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., turut memberikan apresiasi atas partisipasi dosen FKIPS UIM dalam kegiatan pengembangan kompetensi tersebut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Universitas Islam Makassar terus mendorong dosen untuk meningkatkan kompetensi dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Artificial intelligence merupakan peluang besar bagi perguruan tinggi, tetapi harus digunakan secara bijaksana, beretika, dan tetap berorientasi pada peningkatan kualitas manusia,” ujar Prof. Muammar Bakry.

Rektor menegaskan bahwa transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi perlu diimbangi dengan penguatan karakter, integritas, dan tanggung jawab akademik. Teknologi seharusnya membantu dosen dan mahasiswa menghasilkan karya yang lebih baik, bukan menjadi sarana untuk mengabaikan proses belajar dan kejujuran ilmiah.

Keikutsertaan Sulviana dalam Workshop Optimalisasi Penggunaan AI menjadi salah satu bukti bahwa dosen-dosen FKIPS UIM terus bergerak meningkatkan kapasitas diri dan memperluas pengalaman akademiknya. Aktivitas tersebut sekaligus memperkuat posisi FKIPS UIM sebagai fakultas yang terbuka terhadap inovasi, perkembangan teknologi, dan kebutuhan pendidikan masa depan.

FKIPS UIM tidak hanya menghadirkan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar bersama dosen yang aktif mengikuti pelatihan, menjadi narasumber, melakukan penelitian, menulis buku, mengembangkan media pembelajaran, serta terlibat dalam berbagai kegiatan akademik di tingkat regional, nasional, dan internasional.

Belajar di FKIPS UIM berarti belajar langsung bersama dosen yang terus berkarya, berinovasi, dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia pendidikan di era kecerdasan artifisial.