Duka Mendalam, Mahasiswa PBSI FKIPS UIM Terdampak Gempa di NTT, Satu Anggota Keluarga Meninggal Dunia

MAKASSAR, FKIPS NEWS — Innalillahi wa innailaihi raji’un. Keluarga besar Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra Universitas Islam Makassar (FKIPS UIM) menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah gempa bumi yang berdampak pada keluarga mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) angkatan 2024.
Berdasarkan informasi yang diterima, kediaman keluarga Hartati Irawati dan Titi Sumanti, mahasiswa PBSI FKIPS UIM angkatan 2024, mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam musibah tersebut, salah satu anggota keluarga Hartati Irawati dilaporkan meninggal dunia.
Kabar duka ini menjadi kesedihan tidak hanya bagi keluarga yang terdampak, tetapi juga bagi seluruh sivitas akademika PBSI dan FKIPS Universitas Islam Makassar.
Di tengah kehilangan dan kerusakan yang dialami, keluarga besar FKIPS UIM menyampaikan doa serta dukungan moral kepada Hartati Irawati, Titi Sumanti, dan seluruh keluarga yang sedang menghadapi masa sulit tersebut.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIPS UIM, Erniati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan belasungkawa yang mendalam sekaligus mengajak seluruh keluarga besar PBSI UIM untuk mendoakan mahasiswa dan keluarga yang terdampak.
“Innalillahi wa innailaihi raji’un. Kami keluarga besar Program Studi PBSI FKIPS UIM turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang dialami mahasiswa kami dan keluarganya. Semoga anggota keluarga yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Swt., diampuni segala khilafnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ungkap Erniati.
Menurutnya, ikatan antara program studi dan mahasiswa tidak hanya berlangsung dalam proses perkuliahan. Ketika seorang mahasiswa mengalami musibah, kesedihan tersebut turut dirasakan oleh keluarga besar program studi.
“Mahasiswa adalah bagian dari keluarga besar kami. Dalam keadaan seperti ini, yang paling penting adalah bagaimana kita saling menguatkan dan menunjukkan kepedulian. Kami mengajak dosen, mahasiswa, alumni, serta seluruh sivitas akademika untuk mendoakan keluarga yang sedang tertimpa musibah,” lanjutnya.
Dekan FKIPS UIM Sampaikan Belasungkawa
Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., turut menyampaikan duka cita atas musibah yang menimpa keluarga mahasiswa PBSI tersebut.
Ia berharap keluarga yang terdampak diberikan kekuatan untuk melewati masa sulit dan kehilangan yang sedang dihadapi.
“Atas nama pimpinan dan seluruh keluarga besar FKIPS Universitas Islam Makassar, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum atau almarhumah mendapatkan rahmat dan tempat terbaik di sisi Allah Swt. serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” ujar Dr. Mulyadi.
Dekan juga menyampaikan bahwa suasana kekeluargaan harus semakin terasa ketika salah satu bagian dari sivitas akademika mengalami musibah.
“Dalam keadaan seperti ini kita tidak berbicara hanya sebagai dosen dan mahasiswa. Kita adalah sebuah keluarga besar. Karena itu, mari bersama-sama memberikan doa, dukungan, dan perhatian kepada mahasiswa kita yang sedang menghadapi ujian berat,” tambahnya.
Rektor UIM: Semoga Keluarga Diberikan Kekuatan
Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., juga menyampaikan belasungkawa dan doa kepada keluarga mahasiswa yang terdampak.
“Innalillahi wa innailaihi raji’un. Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga mahasiswa Universitas Islam Makassar. Semoga Allah Swt. memberikan tempat terbaik bagi yang telah berpulang dan memberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ungkap Prof. Muammar Bakry.
Ia mengajak seluruh sivitas akademika UIM untuk mendoakan keluarga yang sedang mengalami musibah dan menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat pentingnya solidaritas serta kepedulian antarsesama.
FKIPS UIM Ajak Sivitas Akademika Mengirimkan Doa
Keluarga besar FKIPS UIM mengajak dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan seluruh pihak untuk turut mendoakan Hartati Irawati, Titi Sumanti, serta keluarga yang terdampak musibah.
Semoga Allah Swt. memberikan kekuatan untuk menghadapi kehilangan, memudahkan proses pemulihan keluarga, dan menggantikan setiap kesulitan dengan kebaikan.
Innalillahi wa innailaihi raji’un.
Semoga anggota keluarga yang telah berpulang mendapat tempat terbaik di sisi Allah Swt., dilimpahkan rahmat dan ampunan-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, kesehatan, dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.
Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin.
Keluarga Besar FKIPS Universitas Islam Makassar turut berduka. Duka mahasiswa adalah duka kita bersama.
