FKIPS UIM Luncurkan Layanan Komunikasi Cepat Berbasis WhatsApp, Mahasiswa dan Masyarakat Kini Bisa Terhubung Langsung dengan Program Studi
MAKASSAR, FKIPS NEWS — Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra Universitas Islam Makassar (FKIPS UIM) terus memperkuat transformasi layanan digital dengan meluncurkan Layanan Komunikasi Cepat dan Pengaduan FKIPS UIM berbasis WhatsApp yang terintegrasi langsung pada website resmi fakultas. Layanan ini dirancang untuk mempermudah mahasiswa, calon mahasiswa, alumni, orang tua, dan masyarakat memperoleh informasi serta menyampaikan kebutuhan akademik maupun pengaduan secara lebih cepat.
Melalui fitur baru tersebut, pengunjung website FKIPS UIM tidak lagi harus mencari nomor kontak program studi satu per satu. Cukup membuka website fakultas, pengguna akan menemukan tombol “Hubungi Layanan FKIPS UIM” yang menampilkan pilihan kontak program studi dalam satu panel layanan.
Pada tampilan layanan yang diluncurkan, masyarakat dapat memilih secara langsung kontak Kaprodi PGSD, Kaprodi PBSI, Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Kaprodi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI), Kaprodi Sastra Inggris, hingga layanan PPG.
Sistem tersebut dirancang menyerupai pusat layanan komunikasi digital, dengan indikator online pada setiap kanal program studi. Setelah memilih unit yang dibutuhkan, pengguna dapat diarahkan untuk berkomunikasi melalui WhatsApp sehingga pertanyaan dapat diteruskan kepada pihak yang tepat.
Satu Pintu untuk Informasi Akademik hingga Pengaduan
Pengembangan layanan ini berangkat dari kebutuhan akan komunikasi yang semakin cepat di lingkungan pendidikan tinggi.
Mahasiswa tidak jarang membutuhkan informasi mengenai jadwal perkuliahan, administrasi akademik, kegiatan program studi, tugas akhir, hingga layanan kemahasiswaan. Di sisi lain, calon mahasiswa dan orang tua membutuhkan akses informasi mengenai program studi, proses pendaftaran, perkuliahan, fasilitas, serta berbagai informasi lain sebelum menentukan pilihan perguruan tinggi.
Melalui layanan baru tersebut, FKIPS UIM berusaha menghadirkan komunikasi yang lebih sederhana.
Pada panel layanan terdapat pesan:
“Assalamu’alaikum, Ada yang Bisa Kami Bantu?”
Pesan tersebut kemudian dilanjutkan dengan keterangan bahwa FKIPS UIM siap membantu kebutuhan informasi, akademik, pendaftaran, serta pengaduan melalui WhatsApp.
Konsep ini sekaligus memperlihatkan arah pengembangan pelayanan FKIPS UIM yang semakin berorientasi kepada pengguna. Teknologi tidak hanya digunakan untuk menampilkan informasi melalui website, tetapi diarahkan menjadi jembatan komunikasi antara fakultas dengan mahasiswa dan masyarakat.
Dekan FKIPS: Pelayanan Harus Semakin Mudah dan Dekat dengan Mahasiswa
Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., mengatakan bahwa pengembangan layanan komunikasi digital merupakan bagian dari komitmen fakultas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
Menurutnya, perubahan pola komunikasi masyarakat harus direspons dengan menghadirkan sistem yang lebih sederhana, cepat, dan mudah dijangkau.
“Mahasiswa dan masyarakat sekarang membutuhkan pelayanan yang cepat. Karena itu, kami mencoba menghadirkan kanal komunikasi yang lebih sederhana. Ketika mahasiswa atau calon mahasiswa membutuhkan informasi, mereka dapat langsung memilih program studi yang dituju dan berkomunikasi melalui layanan yang telah tersedia,” ujar Dr. Mulyadi.
Ia menjelaskan bahwa layanan tersebut bukan dimaksudkan untuk menggantikan komunikasi dan pelayanan secara langsung di kampus, melainkan menjadi kanal tambahan untuk mempercepat penyampaian informasi.
“Kami tetap memberikan pelayanan langsung di fakultas. Namun, tidak semua kebutuhan harus membuat mahasiswa datang ke kampus. Informasi awal, pertanyaan, atau penyampaian pengaduan dapat dilakukan lebih dahulu melalui kanal digital. Ini bagian dari bagaimana kami ingin memberikan pelayanan yang semakin dekat dengan mahasiswa,” tambahnya.
Menurut Dr. Mulyadi, fakultas juga akan terus melakukan evaluasi agar sistem layanan digital yang dikembangkan benar-benar memberikan manfaat.
Mendekatkan Ketua Program Studi dengan Mahasiswa
Salah satu hal menarik dari layanan tersebut adalah keterlibatan seluruh program studi.
Pengguna tidak hanya diarahkan ke satu nomor umum, melainkan dapat memilih unit berdasarkan kebutuhan. Dengan model tersebut, pertanyaan yang berkaitan dengan suatu program studi dapat diarahkan kepada pengelola yang lebih memahami konteks permasalahan.
Sistem ini juga diharapkan memperpendek jalur komunikasi.
Misalnya, calon mahasiswa yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai Pendidikan Teknologi Informasi dapat memilih kanal PTI. Begitu pula masyarakat yang membutuhkan informasi tentang PGSD, PBSI, Pendidikan Bahasa Inggris, Sastra Inggris, maupun PPG dapat langsung menuju kanal masing-masing.
Sementara untuk mahasiswa aktif, layanan tersebut dapat menjadi pintu awal komunikasi ketika membutuhkan informasi akademik atau ingin menyampaikan keluhan maupun pengaduan.
Namun, FKIPS UIM tetap mendorong penggunaan layanan secara tertib, santun, dan sesuai kebutuhan sehingga komunikasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pengelola program studi dapat berlangsung secara efektif.
Website FKIPS UIM Dikembangkan Menjadi Pusat Layanan Digital
Peluncuran fitur WhatsApp ini juga menjadi bagian dari pengembangan website FKIPS UIM sebagai pusat informasi fakultas.
Tampilan halaman utama kini tidak hanya memperkenalkan identitas FKIPS UIM dengan semangat “Unggul, Berkarakter, Qurani”, tetapi juga menyediakan akses menuju informasi program studi, akademik, fasilitas, kemahasiswaan, publikasi, kerja sama, pendaftaran mahasiswa, hingga layanan komunikasi.
Dengan konsep tersebut, website tidak lagi ditempatkan sebatas sebagai etalase institusi.
Website diarahkan menjadi pusat layanan digital yang menghubungkan informasi, promosi, komunikasi, serta pelayanan mahasiswa dalam satu ekosistem.
Bagi calon mahasiswa, keberadaan layanan WhatsApp juga memungkinkan mereka memperoleh informasi sebelum melakukan pendaftaran tanpa harus datang langsung ke kampus.
Rektor UIM: Transformasi Digital Harus Mempermudah Pelayanan
Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., mengapresiasi berbagai inovasi pelayanan berbasis teknologi yang dikembangkan di lingkungan universitas.
Menurutnya, transformasi digital harus menghasilkan layanan yang semakin sederhana dan memberikan manfaat langsung kepada sivitas akademika.
“Pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Universitas harus mampu mengikuti perubahan zaman dengan tetap memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan benar-benar memudahkan mahasiswa, dosen, maupun masyarakat dalam memperoleh layanan,” ujar Prof. Muammar Bakry.
Ia juga mendorong setiap fakultas dan program studi untuk terus mengembangkan inovasi yang mendukung mutu pendidikan dan pelayanan universitas.
Tak Hanya Cepat, tetapi Juga Menjadi Ruang Mendengar
Bagi FKIPS UIM, kehadiran kanal digital ini tidak hanya berbicara mengenai kecepatan menjawab pertanyaan.
Fitur pengaduan menjadi bagian penting karena fakultas ingin menyediakan ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan masukan terhadap pelayanan yang diterima.
Setiap masukan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam membangun tata kelola fakultas yang semakin baik.
Peluncuran Layanan Komunikasi Cepat FKIPS UIM sekaligus menunjukkan bahwa transformasi perguruan tinggi dapat dimulai dari hal yang sangat dekat dengan mahasiswa: kemudahan memperoleh informasi dan kemudahan untuk didengar.
Bagi masyarakat dan calon mahasiswa, layanan ini juga memberikan kesempatan untuk mengenal FKIPS UIM dan setiap program studinya secara lebih dekat sebelum menentukan pilihan pendidikan.
FKIPS UIM tidak hanya membangun ruang kuliah dan program akademik, tetapi juga membangun pelayanan yang lebih terbuka, cepat, dan mudah dijangkau. Dari website hingga WhatsApp, FKIPS UIM terus bergerak menghadirkan pengalaman pendidikan yang semakin dekat dengan mahasiswa dan masyarakat.

