MAKASSAR, FKIPS NEWS — Upaya membangun kampus yang hidup dengan diskusi, penelitian, penulisan, dan publikasi ilmiah terus diperkuat Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra Universitas Islam Makassar. Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) FKIPS UIM menghadirkan Webinar Series Penulisan Karya Tulis Ilmiah bertajuk “Dari Ide Menjadi Artikel: Teknik Menulis Karya Tulis Ilmiah Siap Submit”, yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai melalui Zoom Meeting.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah Prodi PTI FKIPS UIM untuk menghidupkan nuansa akademik di lingkungan kampus, khususnya dengan membiasakan mahasiswa membaca, berdiskusi, melakukan penelitian, menuangkan gagasan secara sistematis, hingga mengenal proses publikasi ilmiah sejak berada di bangku perkuliahan.

Webinar menghadirkan Dr. Kamal, S.Pd., M.Pd. sebagai pemateri. Selain merupakan akademisi di bidang pendidikan dan teknologi, Dr. Kamal juga memiliki pengalaman dalam pengelolaan publikasi ilmiah sebagai Editor in Chief Journal Teknos Pendidikan dan Teknologi.

Melalui pengalaman tersebut, peserta akan diajak melihat proses penulisan artikel bukan hanya dari sisi teori, tetapi juga dari pengalaman praktis bagaimana sebuah ide dikembangkan menjadi tulisan ilmiah yang memiliki struktur jelas dan dipersiapkan menuju tahap submission pada jurnal.

Dari Kebiasaan Berdiskusi menuju Budaya Menulis

Nuansa akademik di perguruan tinggi tidak hanya dibangun melalui kegiatan perkuliahan reguler. Seminar, webinar, penelitian, diskusi ilmiah, publikasi, hingga aktivitas membaca dan menulis menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang produktif.

Melalui webinar ini, Prodi PTI FKIPS UIM ingin mendorong mahasiswa agar semakin dekat dengan budaya tersebut.

Materi yang diberikan mencakup cara menemukan ide dan topik penelitian, strategi menulis secara efektif, memahami struktur artikel ilmiah, teknik parafrase dan sitasi, hingga tips dan strategi melakukan submission artikel ke jurnal ilmiah.

Dr. Kamal menjelaskan bahwa mahasiswa sebenarnya memiliki banyak pengalaman, persoalan, dan fenomena yang dapat dikembangkan menjadi ide penelitian. Tantangan yang sering muncul adalah bagaimana mengubah gagasan tersebut menjadi tulisan ilmiah yang sistematis.

“Kita ingin menghidupkan nuansa akademik di lingkungan mahasiswa. Salah satunya melalui kebiasaan membaca, berdiskusi, meneliti, dan menulis. Banyak mahasiswa sebenarnya memiliki ide yang menarik, tetapi masih membutuhkan pendampingan bagaimana ide tersebut dikembangkan menjadi karya ilmiah yang baik dan akhirnya siap disubmit,” ujar Dr. Kamal.

Menurutnya, menulis artikel ilmiah bukan sekadar menyusun kalimat dengan bahasa formal. Penulis harus mampu menentukan masalah, menggunakan referensi yang relevan, membangun argumentasi, memilih metode yang tepat, serta menghubungkan hasil penelitian dengan kajian sebelumnya.

“Target kita bukan hanya mahasiswa mengetahui struktur artikel. Kami ingin mereka berani mulai menulis. Dari satu ide, kemudian dibuat kerangka, dikembangkan menjadi artikel, diperbaiki, dan akhirnya berani mengirimkan karyanya ke jurnal,” tambahnya.

Terbuka bagi Mahasiswa dan Masyarakat Umum

Webinar ini tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa Prodi PTI maupun mahasiswa FKIPS UIM. Kegiatan juga terbuka bagi mahasiswa dari perguruan tinggi lain dan masyarakat umum yang ingin meningkatkan pemahaman mengenai penulisan ilmiah.

Seluruh peserta akan memperoleh e-sertifikat, sementara pendaftaran dapat dilakukan melalui QR Code maupun tautan yang telah tersedia pada poster kegiatan.

Keterbukaan tersebut menjadi bagian dari semangat FKIPS UIM untuk menghadirkan kegiatan akademik yang manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Dekan FKIPS: Kampus Harus Hidup dengan Aktivitas Akademik

Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., mengapresiasi inisiatif Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi dalam menghadirkan webinar yang secara khusus memperkuat keterampilan menulis mahasiswa.

Menurutnya, fakultas tidak cukup hanya memiliki kegiatan pembelajaran yang berjalan sesuai jadwal. Lingkungan perguruan tinggi juga harus hidup melalui seminar, diskusi, penelitian, publikasi, dan berbagai aktivitas pengembangan keilmuan.

“Kami ingin FKIPS UIM memiliki nuansa akademik yang semakin kuat. Mahasiswa datang ke kampus bukan hanya untuk mengikuti perkuliahan, tetapi juga untuk berdiskusi, melakukan penelitian, mengikuti seminar, menulis, serta menghasilkan karya. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu cara untuk membangun budaya tersebut,” ungkap Dr. Mulyadi.

Ia menambahkan bahwa kemampuan menulis perlu dilatih sejak awal sehingga mahasiswa tidak baru mengenal penulisan ilmiah ketika memasuki tahap penyusunan tugas akhir.

“Kalau budaya membaca dan menulis sudah dibangun sejak mahasiswa, maka ketika sampai pada penelitian dan tugas akhir mereka akan jauh lebih siap. Inilah budaya akademik yang terus ingin kita bangun di FKIPS UIM,” lanjutnya.

Rektor UIM Dorong Budaya Ilmiah yang Produktif

Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., turut mendorong program-program yang memperkuat budaya akademik dan produktivitas ilmiah mahasiswa.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tugas untuk menciptakan lingkungan yang mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi penerima pengetahuan, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan dan karya.

“Universitas harus menjadi ruang tumbuhnya gagasan. Mahasiswa perlu dibiasakan membaca, berdiskusi, meneliti, menulis, dan menyampaikan hasil pemikirannya. Aktivitas seperti webinar penulisan ilmiah merupakan bagian dari proses membangun budaya akademik yang sehat dan produktif,” ujar Prof. Muammar Bakry.

Ia berharap budaya penelitian dan publikasi semakin berkembang di seluruh program studi sehingga karya-karya dosen maupun mahasiswa UIM dapat memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat.

Bukan Hanya Kuliah, tetapi Ikut Tumbuh dalam Budaya Akademik

Webinar Series Penulisan Karya Tulis Ilmiah menjadi salah satu bentuk konsistensi Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi dalam menyediakan ruang pengembangan akademik bagi mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa sebuah artikel ilmiah selalu dimulai dari hal sederhana: kepekaan melihat masalah dan keberanian menuangkan gagasan.

Dari sebuah ide, mahasiswa belajar mencari referensi. Dari referensi, lahir pertanyaan penelitian. Dari penelitian, dihasilkan data dan temuan. Selanjutnya, hasil tersebut disusun menjadi artikel dan dipersiapkan untuk dipublikasikan.

Semangat inilah yang ingin terus dihidupkan di lingkungan PTI dan FKIPS UIM.

Di FKIPS UIM, mahasiswa tidak hanya datang untuk kuliah dan pulang membawa nilai. Mereka tumbuh dalam lingkungan akademik yang mendorong diskusi, penelitian, penulisan, inovasi, dan publikasi. Belajar di PTI FKIPS UIM berarti menjadi bagian dari kampus yang terus menghidupkan nuansa akademik dan memberi ruang bagi setiap gagasan untuk berkembang menjadi karya.