Kaprodi PAUD FKIPS UIM: Lima Mahasiswa Non-Muslim Asal Toraja Lulus, Bukti Kampus Moderat Menjadi Rumah bagi Semua
FKIPS NEWS – Keberhasilan lima mahasiswa non-Muslim asal Toraja menyelesaikan studi pada Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra (FKIPS) Universitas Islam Makassar (UIM) menjadi bukti nyata bahwa UIM merupakan kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, dan keberagaman.
Lima mahasiswa tersebut mengikuti prosesi yudisium bersama mahasiswa lainnya dalam suasana penuh kekeluargaan tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun budaya. Momentum ini memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi mampu menjadi ruang untuk membangun persaudaraan, saling menghormati, dan bertumbuh bersama dalam keberagaman.
Ketua Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) FKIPS UIM, Nasaruddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan para mahasiswa tersebut merupakan kebanggaan bagi program studi sekaligus cerminan budaya akademik yang inklusif.
“Kami tidak pernah membedakan mahasiswa berdasarkan agama, suku, ataupun asal daerah. Semua mahasiswa memperoleh hak, kesempatan, dan pendampingan akademik yang sama. Lima mahasiswa asal Toraja ini telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa hingga berhasil menyelesaikan pendidikan. Mereka adalah bagian dari keluarga besar PAUD FKIPS UIM,” ujar Nasaruddin.
Ia menambahkan bahwa keberagaman mahasiswa justru memperkaya proses pembelajaran di kelas. Interaksi antar mahasiswa dari berbagai latar belakang melatih sikap saling menghargai, bekerja sama, dan memahami perbedaan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.
“Pendidikan anak usia dini mengajarkan nilai kasih sayang, penghargaan terhadap sesama, dan pembentukan karakter sejak dini. Nilai-nilai tersebut juga kami terapkan di lingkungan program studi, sehingga seluruh mahasiswa dapat belajar dalam suasana yang harmonis dan saling menghormati,” tambahnya.
Dekan FKIPS Universitas Islam Makassar, Dr. Mulyadi, M.Pd., memberikan apresiasi kepada Program Studi PAUD yang terus membangun budaya akademik yang inklusif dan humanis.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa FKIPS UIM bukan hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga membangun lingkungan pendidikan yang menghargai keberagaman. Inilah wajah pendidikan tinggi yang sesungguhnya, yaitu memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh mahasiswa untuk berkembang tanpa melihat perbedaan latar belakang,” ungkap Dr. Mulyadi.
Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., menegaskan bahwa UIM berkomitmen menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dalam seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan.
“Universitas Islam Makassar berdiri dengan semangat menghadirkan pendidikan yang inklusif, moderat, dan menghormati keberagaman. Kami bersyukur mahasiswa dari berbagai daerah dan keyakinan dapat belajar bersama dalam suasana yang penuh persaudaraan. Keberhasilan lima mahasiswa non-Muslim asal Toraja ini menjadi bukti bahwa UIM adalah rumah bersama bagi siapa pun yang ingin menuntut ilmu dan mengembangkan potensi dirinya,” ujar Rektor.
Keberhasilan lima mahasiswa non-Muslim asal Toraja menyelesaikan studi di Program Studi PAUD FKIPS UIM menjadi pesan kuat bahwa pendidikan mampu menjadi jembatan persatuan. Di tengah keberagaman Indonesia, FKIPS Universitas Islam Makassar terus menghadirkan lingkungan akademik yang aman, nyaman, dan inklusif, sehingga setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi, berkarya, dan mengabdi kepada masyarakat.
Melalui komitmen tersebut, FKIPS Universitas Islam Makassar terus memperkuat perannya sebagai fakultas yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun budaya toleransi, moderasi beragama, dan persaudaraan sebagai fondasi kemajuan pendidikan Indonesia.

