Ketua GJM FKIPS UIM: Suara Mahasiswa adalah Kunci Meningkatkan Mutu dan Kepercayaan Calon Mahasiswa Baru

FKIPS NEWS – Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra (FKIPS) Universitas Islam Makassar (UIM) terus memperkuat budaya mutu melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kepuasan Mahasiswa. Program yang diinisiasi oleh Gugus Jaminan Mutu (GJM) FKIPS UIM ini menjadi salah satu instrumen strategis untuk mendengarkan suara mahasiswa sebagai dasar peningkatan kualitas layanan akademik.
Ketua Gugus Jaminan Mutu FKIPS UIM, Dr. Sadaruddin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa mahasiswa merupakan pihak yang merasakan langsung seluruh layanan pendidikan di lingkungan fakultas. Oleh karena itu, setiap masukan, kritik, maupun saran dari mahasiswa memiliki nilai yang sangat penting dalam membangun FKIPS yang semakin berkualitas.
“Suara mahasiswa adalah cermin kualitas layanan yang kami berikan. Kritik, saran, maupun apresiasi yang disampaikan mahasiswa merupakan bahan evaluasi yang sangat berharga bagi FKIPS untuk terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” ujar Dr. Sadaruddin.
Menurutnya, sistem penjaminan mutu yang baik tidak hanya bergantung pada evaluasi internal, tetapi juga harus melibatkan mahasiswa sebagai mitra utama dalam proses peningkatan kualitas pendidikan.
“Kami ingin membangun budaya akademik yang terbuka terhadap evaluasi. Ketika mahasiswa merasa didengar, maka kepercayaan terhadap institusi akan semakin kuat. Pada akhirnya, kualitas layanan yang terus meningkat akan menjadi daya tarik bagi masyarakat dan calon mahasiswa baru untuk memilih FKIPS UIM sebagai tempat melanjutkan pendidikan,” jelasnya.
Dr. Sadaruddin menjelaskan bahwa hasil survei kepuasan mahasiswa akan dianalisis secara menyeluruh oleh Gugus Jaminan Mutu dan disampaikan kepada pimpinan fakultas serta seluruh program studi sebagai dasar penyusunan program perbaikan layanan akademik.
Evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kualitas pembelajaran, pelayanan dosen, pelayanan tenaga kependidikan, fasilitas akademik, hingga efektivitas proses administrasi yang diterima mahasiswa selama menempuh pendidikan di FKIPS UIM.
Budaya Mutu yang Berkelanjutan
Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., mengapresiasi langkah Gugus Jaminan Mutu yang secara konsisten membangun sistem evaluasi berbasis partisipasi mahasiswa.
“Budaya mutu hanya dapat tumbuh apabila kita terbuka terhadap masukan. FKIPS terus mendorong setiap program studi untuk menjadikan hasil survei kepuasan mahasiswa sebagai dasar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan akademik. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memberikan pengalaman belajar terbaik bagi mahasiswa,” ungkap Dekan.
Dukungan Rektor UIM
Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., menyatakan bahwa budaya evaluasi merupakan salah satu indikator penting dalam tata kelola perguruan tinggi yang unggul.
“Perguruan tinggi yang maju adalah perguruan tinggi yang terus belajar dari masukan para mahasiswanya. Saya mengapresiasi FKIPS melalui Gugus Jaminan Mutu yang menghadirkan sistem evaluasi secara berkala sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas pendidikan. Kepercayaan masyarakat akan tumbuh ketika kampus mampu menunjukkan bahwa setiap masukan mahasiswa ditindaklanjuti menjadi perbaikan nyata,” tegas Rektor.
Melalui Monitoring dan Evaluasi Kepuasan Mahasiswa, FKIPS UIM menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Bagi FKIPS, setiap suara mahasiswa bukan sekadar data survei, melainkan fondasi penting dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik, memperkuat kepercayaan publik, dan menjadikan FKIPS UIM sebagai pilihan utama calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan tinggi berkualitas.
