MAKASSAR, FKIPS NEWS — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra Universitas Islam Makassar (FKIPS UIM). Saparuddin, mahasiswa Universitas Islam Makassar, berhasil meraih Medali Perak pada ajang Kompetisi Sains Indonesia Merdeka (KOSMIK) 2026 untuk bidang Bahasa Indonesia jenjang Perguruan Tinggi.

Berdasarkan piagam penghargaan yang diterbitkan Prestasi Maju Indonesia (PRESMANESIA), Saparuddin tercatat sebagai peserta asal Universitas Islam Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, dan memperoleh Predikat A pada kompetisi tersebut. Ajang Olimpiade Sains Tingkat Nasional itu berlangsung pada 9 Agustus 2026 di Yogyakarta.

Capaian tersebut menjadi kabar positif bagi lingkungan FKIPS UIM sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya aktif menjalani proses pembelajaran di ruang kuliah, tetapi juga mampu mengembangkan kompetensi dan bersaing dalam forum akademik tingkat nasional.

Dari Ruang Kuliah Menuju Kompetisi Nasional

KOSMIK 2026 menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan akademik dalam bidang yang dikuasai. Pada bidang Bahasa Indonesia, peserta dituntut memiliki kemampuan memahami penggunaan bahasa, penalaran, literasi, serta kompetensi akademik yang relevan dengan karakter kompetisi.

Keberhasilan memperoleh medali perak menunjukkan kesungguhan Saparuddin dalam mempersiapkan diri dan membawa nama Universitas Islam Makassar pada ajang nasional.

Dalam sertifikat bernomor 2956745/PRESMA/KOSMIK/P/VIII/2026, Saparuddin secara resmi dinyatakan sebagai Peraih Medali Perak dengan Predikat A. Penghargaan tersebut ditandatangani oleh Direktur Prestasi Maju Indonesia dan Ketua Pelaksana KOSMIK 2026 pada 11 Agustus 2026.

Saparuddin mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut dan berharap prestasi itu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan akademik.

“Alhamdulillah, saya bersyukur dapat memperoleh medali perak dalam KOSMIK 2026. Prestasi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga sekaligus motivasi bagi saya untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan berani mengikuti berbagai kompetisi di tingkat nasional,” ungkap Saparuddin.

Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi pemantik bagi mahasiswa lain untuk tidak ragu menguji kemampuan di luar kegiatan perkuliahan.

“Saya berharap teman-teman mahasiswa juga berani mencoba. Kita tidak pernah mengetahui sejauh mana kemampuan kita jika tidak pernah ikut berkompetisi. Yang paling penting adalah mempersiapkan diri, terus belajar, dan berani mengambil kesempatan,” tambahnya.

Dekan FKIPS UIM: Prestasi Mahasiswa Harus Terus Didorong

Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Saparuddin.

Menurutnya, keberhasilan mahasiswa dalam kompetisi nasional merupakan bagian penting dari pembangunan budaya akademik di lingkungan fakultas.

“Kami mengucapkan selamat kepada Saparuddin atas pencapaian Medali Perak pada KOSMIK 2026. Prestasi ini tentunya membanggakan dan menunjukkan bahwa mahasiswa FKIPS UIM memiliki potensi untuk bersaing dalam berbagai ajang akademik di tingkat nasional,” ujar Dr. Mulyadi.

Ia menegaskan bahwa fakultas akan terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti kegiatan di luar perkuliahan, baik berupa kompetisi, penelitian, publikasi, organisasi, pengabdian kepada masyarakat, maupun forum ilmiah.

Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi memberikan pembelajaran yang berbeda dari aktivitas perkuliahan reguler.

“Kampus harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk tumbuh. Mereka perlu diberi kesempatan untuk menguji kemampuan, memperluas pengalaman, dan menunjukkan potensi yang dimiliki. Ketika mahasiswa berprestasi, itu bukan hanya kebanggaan individu, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya,” lanjut Dr. Mulyadi.

Rektor UIM Apresiasi Prestasi Mahasiswa

Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., turut memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang mampu membawa nama universitas dalam berbagai kompetisi.

Menurutnya, prestasi mahasiswa merupakan salah satu cerminan dari proses pendidikan yang berlangsung di lingkungan perguruan tinggi.

“Universitas Islam Makassar tentu memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang terus mengembangkan kemampuannya dan berprestasi. Pencapaian di tingkat nasional seperti ini harus menjadi motivasi untuk terus belajar, berkarya, dan membawa nama baik universitas,” ungkap Prof. Muammar Bakry.

Ia berharap semakin banyak mahasiswa UIM yang memiliki keberanian mengikuti berbagai ajang akademik dan nonakademik, baik pada tingkat regional, nasional maupun internasional.

Bangun Budaya Akademik, Prestasi Jadi Tradisi

Keberhasilan Saparuddin meraih Medali Perak KOSMIK 2026 semakin memperkuat semangat FKIPS UIM dalam membangun lingkungan kampus yang aktif dan produktif.

Prestasi mahasiswa tidak dilihat hanya sebagai sebuah penghargaan, melainkan sebagai hasil dari keberanian untuk belajar lebih jauh, berkompetisi, dan membawa kemampuan akademik ke ruang yang lebih luas.

Bagi calon mahasiswa, aktivitas dan prestasi seperti ini juga memberikan gambaran tentang kehidupan akademik yang dikembangkan di FKIPS UIM. Mahasiswa tidak hanya diarahkan menyelesaikan mata kuliah, tetapi juga didorong mengembangkan kemampuan sesuai minat dan potensi masing-masing.

FKIPS UIM terus berupaya menghadirkan lingkungan yang memberikan ruang kepada mahasiswa untuk belajar, berdiskusi, meneliti, mengikuti kompetisi, berkarya, dan berprestasi.

Dari ruang kuliah menuju panggung kompetisi nasional, mahasiswa FKIPS UIM terus membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba dapat melahirkan prestasi. Medali Perak yang diraih Saparuddin menjadi satu lagi kabar membanggakan: di FKIPS UIM, mahasiswa tidak hanya belajar untuk lulus, tetapi dipersiapkan untuk tumbuh, bersaing, dan membawa karya ke tingkat yang lebih tinggi.