FKIP NEWS – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) kembali mencatatkan momen membanggakan. Sejumlah mahasiswa PBSI dinyatakan berhasil menyelesaikan ujian skripsi setelah melalui proses akademik yang panjang, penuh dedikasi, dan tanggung jawab ilmiah. Keberhasilan ini menandai kesiapan mereka untuk melangkah sebagai calon guru profesional sekaligus penggerak literasi bangsa.

Pelaksanaan ujian skripsi berlangsung khidmat dan akademis. Mahasiswa diuji tidak hanya pada ketajaman analisis dan kedalaman teori, tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis, sistematis, serta relevansi penelitian dengan praktik pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Karya ilmiah yang dihasilkan menjadi bukti bahwa mahasiswa PBSI telah mengukir ilmu sekaligus menanam makna dalam setiap proses belajarnya.

Ketua Program Studi PBSI, Erniati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa yang mampu menuntaskan ujian skripsi dengan baik. Menurutnya, lulusan PBSI tidak hanya dituntut cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan tanggung jawab moral sebagai pendidik.

“Mahasiswa PBSI yang hari ini menyelesaikan ujian skripsi telah menunjukkan kesiapan intelektual dan mental sebagai calon guru Bahasa Indonesia. Mereka kami harapkan mampu menjadi lentera literasi, menghadirkan pembelajaran yang bermakna, serta menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Dekan FKIP, Dr. Supriadi, M.Pd., menegaskan bahwa ujian skripsi merupakan bagian penting dalam membentuk karakter ilmiah mahasiswa. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas akademik serta semangat belajar sepanjang hayat.

“Skripsi bukan sekadar syarat kelulusan, tetapi proses pembelajaran yang membentuk cara berpikir ilmiah, etika akademik, dan tanggung jawab profesional. Nilai-nilai inilah yang harus dibawa lulusan PBSI ketika terjun ke dunia pendidikan,” tuturnya.

Dekan FKIP, Dr. Muladi, M.Pd., turut memberikan apresiasi dan harapan besar kepada para mahasiswa PBSI yang telah menyelesaikan studi akhirnya. Ia menekankan peran strategis guru Bahasa Indonesia dalam membangun peradaban dan karakter bangsa.

“Guru Bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam membangun nalar, karakter, dan budaya literasi peserta didik. Oleh karena itu, kami berharap lulusan PBSI FKIP hadir sebagai pendidik yang profesional, berkarakter, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dengan selesainya ujian skripsi ini, mahasiswa PBSI FKIP resmi melangkah menuju babak baru pengabdian. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi pengajar di ruang kelas, tetapi juga menjadi agen literasi yang menyalakan cahaya ilmu, menanam makna, dan menghidupkan semangat belajar bagi generasi bangsa.