Pimpinan dan pengelola PPG FKIPS Universitas Islam Makassar mengikuti Rapat Evaluasi Pelaksanaan PPG Calon Guru Gelombang 1 Semester I Tahun 2026 di Hotel Harper Makassar, 2–4 Juli 2026. Forum ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat tata kelola dan mutu penyelenggaraan pendidikan profesi guru.

Pimpinan dan pengelola PPG FKIPS Universitas Islam Makassar mengikuti Rapat Evaluasi Pelaksanaan PPG Calon Guru Gelombang 1 Semester I Tahun 2026 di Hotel Harper Makassar, 2–4 Juli 2026. Forum ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat tata kelola dan mutu penyelenggaraan pendidikan profesi guru.

Makassar – Komitmen Universitas Islam Makassar (UIM) dalam menjaga mutu penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG) kembali ditegaskan melalui Rapat Evaluasi Pelaksanaan PPG Calon Guru Gelombang 1 Semester I Tahun 2026 yang digelar oleh Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan dan Sastra (FKIPS) UIM di Hotel Harper Makassar, pada 2–4 Juli 2026.

Evaluasi tersebut menjadi agenda strategis setelah berakhirnya rangkaian perkuliahan PPG Calon Guru Gelombang 1 Semester I Tahun 2026. Lebih dari sekadar agenda rutin, forum ini menjadi ruang refleksi, konsolidasi, dan perumusan strategi untuk memastikan penyelenggaraan PPG berjalan sesuai standar mutu, sekaligus memperkuat tata kelola program dalam menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor II Universitas Islam Makassar, Badruddin Kaddas, M.Ag., Ph.D.; Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd.; Ketua Gugus Jaminan Mutu (GJM) FKIPS UIM, Dr. Sadaruddin, S.Pd., M.Pd.; Koordinator PPG UIM, Dr. Supriadi, S.Pd., M.Pd.; Sekretaris PPG UIM, Dr. Erwin Nurdiansyah, S.Pd., M.Pd.; Bendahara PPG, Rahmawati, S.Si., S.Pd., M.Si.; serta Admin PPG, Idrus, S.I.Kom. Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh para pengelola PPG, Koordinator Bidang Studi (Korbis) Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), dan Pendidikan Teknologi Informasi (PTI), para dosen PPG, admin kelas, Kepala Tata Usaha (KTU), serta panitia pelaksana.

Kehadiran unsur pimpinan universitas dan Gugus Jaminan Mutu dalam forum tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan Program PPG di UIM tidak hanya berorientasi pada pemenuhan target program, tetapi juga pada penguatan budaya mutu dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan profesi guru. Evaluasi secara berkala dipandang penting untuk memastikan setiap tahapan program berjalan sesuai standar, sekaligus menjadi instrumen perbaikan berkelanjutan dalam mencetak guru profesional yang mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.

Peserta melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap berbagai aspek penyelenggaraan program, mulai dari proses pembelajaran, layanan akademik, pengelolaan administrasi, efektivitas pendampingan peserta, pemanfaatan Learning Management System (LMS), hingga koordinasi antarunit yang menjadi penopang utama keberhasilan penyelenggaraan PPG.

Dalam arahannya, Wakil Rektor II UIM, Badruddin Kaddas, M.Ag., Ph.D., menegaskan bahwa Program PPG memegang peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang pendidikan. Oleh karena itu, setiap proses penyelenggaraannya harus senantiasa dievaluasi agar mampu beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan zaman.

“Program PPG memiliki peran strategis dalam menyiapkan guru profesional yang akan menentukan masa depan pendidikan bangsa. Oleh karena itu, setiap pelaksanaan program harus dievaluasi secara komprehensif agar mutu layanan, tata kelola, dan capaian pembelajaran terus meningkat dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Menurutnya, kualitas guru yang dihasilkan lembaga pendidikan tenaga kependidikan akan berpengaruh langsung terhadap kualitas pembelajaran di sekolah dan pada akhirnya menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Senada dengan hal tersebut, Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., mengatakan bahwa evaluasi merupakan instrumen penting dalam membangun budaya mutu dan profesionalisme di lingkungan penyelenggara PPG.

“Setiap capaian dan tantangan yang ditemukan selama pelaksanaan program harus menjadi bahan pembelajaran bersama. Dari evaluasi inilah lahir berbagai rekomendasi yang akan memperkuat kualitas penyelenggaraan PPG pada masa mendatang.”

Ia menambahkan bahwa peningkatan mutu PPG tidak hanya bergantung pada sistem pembelajaran, tetapi juga pada kemampuan seluruh unsur pelaksana dalam membangun kolaborasi, adaptasi, dan inovasi layanan pendidikan.

Sementara itu, Koordinator PPG UIM, Dr. Supriadi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa forum evaluasi diarahkan untuk mengidentifikasi berbagai praktik baik, tantangan, dan kebutuhan pengembangan program sebagai dasar penyempurnaan penyelenggaraan PPG.

Suasana Rapat Evaluasi Pelaksanaan PPG Calon Guru Gelombang 1 Semester I Tahun 2026 di Hotel Harper Makassar. Forum ini diikuti pimpinan dan pengelola PPG FKIPS UIM untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan merumuskan langkah strategis peningkatan mutu pendidikan profesi guru.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pengalaman dan masukan selama pelaksanaan PPG dapat ditransformasikan menjadi langkah perbaikan yang konkret sehingga penyelenggaraan PPG di UIM semakin berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan peserta serta tuntutan dunia pendidikan.”

Adapun Sekretaris PPG UIM, Dr. Erwin Nurdiansyah, S.Pd., M.Pd., menilai bahwa keberhasilan Program PPG tidak dapat dilepaskan dari kerja kolaboratif seluruh pihak yang terlibat.

“Keberhasilan penyelenggaraan PPG merupakan hasil kerja bersama. Karena itu, evaluasi menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan profesi guru.”

Pada forum ini, FKIPS UIM merumuskan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan tata kelola program, optimalisasi layanan akademik dan administrasi, peningkatan pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta penguatan sistem penjaminan mutu sebagai dasar penyelenggaraan PPG pada periode berikutnya.

Evaluasi ini bukan sekadar agenda penutup semester, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memastikan Program Pendidikan Profesi Guru terus berkembang secara adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan. Melalui penguatan sistem dan budaya mutu yang konsisten, UIM berupaya memperkokoh perannya sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang berkontribusi dalam mencetak guru-guru profesional, kompeten, dan berintegritas guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan Indonesia.