Resmi! Dr. Abdul Wahid Jabat Ketua Program Studi Magister S2 Pendidikan Dasar FKIPS UIM
MAKASSAR, FKIPS NEWS — Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra Universitas Islam Makassar (FKIPS UIM) resmi memperkuat struktur kepemimpinan akademiknya dengan menunjuk Dr. Abdul Wahid, S.Pd., M.Pd. sebagai Ketua Program Studi Magister (S2) Pendidikan Dasar FKIPS UIM.
Penunjukan tersebut menjadi langkah strategis dalam pengembangan program pascasarjana di lingkungan FKIPS UIM, khususnya dalam memperkuat mutu akademik, penelitian, pelayanan mahasiswa, serta pengembangan keilmuan Pendidikan Dasar yang relevan dengan kebutuhan sekolah dan masyarakat.
Sebagai Ketua Program Studi, Dr. Abdul Wahid diharapkan mampu membawa Magister Pendidikan Dasar FKIPS UIM menjadi program studi yang memiliki arah pengembangan jelas, budaya akademik yang kuat, serta mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidang pendidikan dasar.
Perkuat Mutu Akademik dan Budaya Riset
Magister Pendidikan Dasar memiliki posisi penting dalam menyiapkan tenaga pendidik, praktisi, peneliti, serta pengelola pendidikan yang mampu menjawab berbagai tantangan pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar.
Perubahan kurikulum, perkembangan teknologi pendidikan, kebutuhan pembelajaran yang semakin adaptif, penguatan karakter, literasi, numerasi, hingga pemanfaatan artificial intelligence dalam pendidikan menjadi bagian dari dinamika yang perlu direspons secara akademik.
Dalam kapasitasnya sebagai ketua program studi, Dr. Abdul Wahid menegaskan bahwa pengembangan S2 Pendidikan Dasar harus diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran dan riset.
“Amanah ini tentu menjadi tanggung jawab yang besar. Program Studi Magister Pendidikan Dasar harus mampu menjadi ruang akademik yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, melakukan penelitian yang relevan, dan menghasilkan inovasi yang benar-benar bermanfaat bagi pengembangan pendidikan dasar,” ujar Dr. Abdul Wahid.
Menurutnya, pembelajaran di tingkat magister tidak cukup hanya memperdalam teori. Mahasiswa perlu didorong untuk mampu membaca persoalan nyata di sekolah, mengembangkan gagasan, melakukan penelitian, kemudian menawarkan solusi berbasis data dan kajian ilmiah.
“Kami ingin membangun budaya akademik yang kuat. Mahasiswa S2 harus terbiasa membaca jurnal, berdiskusi, menulis artikel, melakukan penelitian, dan menghasilkan karya yang memiliki kontribusi bagi pendidikan dasar,” tambahnya.
Bangun Program Studi yang Kolaboratif
Pengembangan program studi juga akan diarahkan pada penguatan jejaring dengan sekolah, pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan berbagai mitra pendidikan.
Kolaborasi tersebut penting agar mahasiswa Magister Pendidikan Dasar memperoleh pengalaman akademik yang lebih luas dan dapat menghubungkan teori dengan praktik pendidikan.
Program studi juga diharapkan dapat menjadi ruang bagi guru dan praktisi pendidikan untuk mengembangkan kompetensi sekaligus meningkatkan kualitas karier akademik dan profesional.
Dengan pendekatan tersebut, S2 Pendidikan Dasar FKIPS UIM tidak hanya menjadi tempat melanjutkan studi, tetapi juga menjadi pusat pengembangan gagasan dan inovasi dalam bidang pendidikan dasar.
Dekan FKIPS UIM: Kepemimpinan Prodi Harus Berdampak
Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar kepada Dr. Abdul Wahid dalam mengemban amanah sebagai Ketua Program Studi Magister Pendidikan Dasar.
Menurutnya, ketua program studi memiliki peran strategis karena menjadi penggerak utama dalam menjaga kualitas akademik dan pelayanan mahasiswa.
“Kami mengucapkan selamat kepada Dr. Abdul Wahid atas amanah sebagai Ketua Program Studi Magister Pendidikan Dasar. Kami berharap beliau dapat membangun program studi dengan semangat kolaborasi, meningkatkan mutu akademik, memperkuat penelitian, dan memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa,” ungkap Dr. Mulyadi.
Ia menambahkan bahwa pengembangan program studi tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa, tetapi juga kualitas proses pembelajaran, karya ilmiah, jejaring, serta kontribusi lulusan.
“Program studi harus hidup dengan kegiatan akademik. Ada diskusi, penelitian, publikasi, seminar, kolaborasi, dan berbagai kegiatan yang memberikan dampak kepada mahasiswa maupun masyarakat. Inilah yang terus kami dorong di FKIPS UIM,” lanjutnya.
Rektor UIM: Penguatan Pascasarjana Jadi Bagian Penting Pengembangan Universitas
Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., turut memberikan apresiasi atas penguatan kepemimpinan program studi di lingkungan FKIPS UIM.
Menurutnya, pengembangan program magister menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan tridarma perguruan tinggi.
“Universitas Islam Makassar terus mendorong pengembangan program pascasarjana yang berkualitas. Program magister harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, penelitian, kepemimpinan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Muammar Bakry.
Ia berharap kepemimpinan baru pada Magister Pendidikan Dasar dapat membawa program studi semakin berkembang dan memperkuat reputasi akademik Universitas Islam Makassar.
Babak Baru Magister Pendidikan Dasar FKIPS UIM
Resminya Dr. Abdul Wahid, S.Pd., M.Pd. sebagai Ketua Program Studi Magister S2 Pendidikan Dasar menandai babak baru dalam pengembangan pendidikan pascasarjana di lingkungan FKIPS UIM.
Ke depan, program studi diharapkan mampu memperkuat tata kelola akademik, meningkatkan produktivitas penelitian dan publikasi, membangun jejaring yang lebih luas, serta menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan pendidikan dasar.
Bagi calon mahasiswa, keberadaan Magister Pendidikan Dasar membuka kesempatan untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi sekaligus memperdalam kompetensi di bidang pembelajaran, kepemimpinan pendidikan, penelitian, dan inovasi pendidikan dasar.
FKIPS UIM terus bertumbuh, tidak hanya melalui program sarjana, tetapi juga dengan memperkuat pendidikan magister. Di bawah kepemimpinan Dr. Abdul Wahid, Magister Pendidikan Dasar FKIPS UIM diharapkan menjadi ruang lahirnya pendidik, peneliti, dan pemimpin pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berdampak.

