Setelah Sibuk Jadi Berita, Keluarga Besar FKIPS UIM Akhirnya Benar-Benar Liburan: Laptop Istirahat, Grup WhatsApp Tetap Menyala
Makassar, FKIPS NEWS — Setelah beberapa pekan terakhir memenuhi laman berita dengan beragam kegiatan akademik, mulai dari workshop, seminar, publikasi buku, akreditasi, pengabdian kepada masyarakat, hingga peningkatan kompetensi dosen, keluarga besar Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra Universitas Islam Makassar akhirnya memperoleh kabar yang paling ditunggu-tunggu: liburannya benar-benar jadi!
Kegiatan rekreasi dan family gathering yang sebelumnya lebih sering muncul sebagai rencana dalam percakapan akhirnya berhasil diwujudkan. Sejumlah dosen dan tenaga kependidikan yang biasanya terlihat serius membawa laptop, berkas, lembar pengesahan, dan dokumen akreditasi, kali ini hadir dengan pakaian santai, kacamata hitam, topi, serta perlengkapan liburan.
Suasana tersebut menjadi pemandangan yang cukup langka. Sebab, dalam keseharian, keluarga besar FKIPS UIM lebih akrab dengan kalimat, “Berkasnya sudah selesai?”, “Siapa yang belum mengisi instrumen?”, “Berita kegiatan sudah dibuat?”, dan pertanyaan paling menegangkan, “Deadline-nya kapan?”
Pada hari liburan, pertanyaan-pertanyaan tersebut sementara diganti menjadi, “Kita foto di mana?”, “Siapa yang bawa makanan?”, “Anak-anak sudah lengkap?”, serta pertanyaan penting lainnya, “Setelah ini kita makan apa?”
Seorang dosen bahkan sempat memeriksa telepon genggamnya berkali-kali. Bukan karena menunggu pesan penting dari pimpinan, melainkan memastikan tidak ada pesan baru yang berbunyi, “Mohon segera diperbaiki sebelum siang.”
Kegiatan liburan ini sekaligus membuktikan bahwa di balik kesibukan mengajar, meneliti, membimbing mahasiswa, menulis artikel, menyusun laporan, dan menghadiri rapat, dosen serta tenaga kependidikan FKIPS UIM juga memiliki kemampuan lain yang tidak kalah penting, yaitu berfoto bersama dengan berbagai gaya.
Ada yang memilih gaya resmi seperti foto akreditasi. Ada yang bergaya santai seolah-olah sedang berada dalam iklan pariwisata. Ada pula yang masih berdiri terlalu tegak karena terbiasa berfoto setelah seminar dan penandatanganan kerja sama.
Namun, setelah beberapa kali diarahkan dengan kalimat, “Santai saja, ini bukan foto untuk borang,” suasana pun menjadi semakin cair.
Dekan FKIPS UIM, Dr. Mulyadi, M.Pd., yang selama ini dikenal aktif membangun budaya akademik dan kebersamaan di lingkungan fakultas, turut menikmati suasana tersebut. Dalam kesempatan santai itu, ia menyampaikan bahwa kegiatan liburan diperlukan untuk menjaga kekompakan dan semangat kerja seluruh keluarga besar FKIPS UIM.
“Selama ini kita sudah banyak bekerja, mengikuti kegiatan, menyelesaikan berbagai program, dan tentu saja menjadi bahan berita FKIPS NEWS. Sekarang waktunya menikmati kebersamaan. Namun, setelah liburan, kita kembali bekerja dengan semangat yang lebih baik,” ujar Dr. Mulyadi sambil tersenyum.
Pernyataan “setelah liburan kembali bekerja” sempat membuat beberapa peserta terdiam selama tiga detik. Akan tetapi, suasana kembali ceria setelah panitia mengumumkan bahwa acara selanjutnya adalah makan bersama.
Family gathering ini juga menjadi kesempatan bagi dosen dari berbagai program studi untuk berinteraksi tanpa harus membuka presentasi PowerPoint. Tidak ada pembahasan mengenai capaian pembelajaran lulusan, instrumen evaluasi, matriks penelitian, maupun jumlah publikasi.
Meskipun demikian, kebiasaan akademik ternyata sulit dihilangkan sepenuhnya. Beberapa dosen masih terlihat melakukan pengamatan terhadap kondisi sekitar. Ada yang membahas manajemen kegiatan, ada yang menilai desain lokasi, bahkan ada yang bercanda bahwa suasana liburan tersebut dapat dikembangkan menjadi topik penelitian dengan judul:
“Pengaruh Family Gathering terhadap Penurunan Intensitas Pemeriksaan Grup WhatsApp Dosen FKIPS UIM.”
Variabel bebasnya adalah liburan, variabel terikatnya adalah tingkat kebahagiaan, sedangkan variabel pengganggunya adalah pesan mendadak dari grup kerja.
Dosen lain mengusulkan judul yang lebih spesifik:
“Efektivitas Rekreasi Berbasis Kekeluargaan dalam Meningkatkan Kinerja Dosen setelah Melihat Air dan Makanan secara Bersamaan.”
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui apakah penelitian tersebut akan menggunakan metode kuantitatif, kualitatif, atau cukup dibuktikan melalui banyaknya foto yang diunggah ke media sosial.
Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang memperkuat kebersamaan antarwarga kampus. Menurutnya, suasana kekeluargaan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun lingkungan akademik yang sehat dan produktif.
“Kebersamaan perlu terus dipelihara karena universitas tidak hanya dibangun melalui program kerja, tetapi juga melalui hubungan yang harmonis antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh warga kampus. Setelah beristirahat dan menikmati kebersamaan, tentu diharapkan semangat untuk melaksanakan tridarma semakin meningkat,” ungkap Prof. Muammar Bakry.
Sepanjang kegiatan, berbagai momen menarik berhasil didokumentasikan. Ada peserta yang sejak awal mengaku tidak ingin terlalu banyak berfoto, tetapi justru muncul dalam hampir seluruh dokumentasi. Ada pula yang mengatakan hanya ingin duduk santai, tetapi akhirnya ikut dalam berbagai aktivitas karena khawatir tidak terlihat dalam berita.
Panitia juga memastikan bahwa seluruh peserta mendapatkan kesempatan menikmati kegiatan. Tidak ada pembagian berdasarkan jabatan akademik, pangkat, maupun program studi. Semua memiliki posisi yang sama, terutama ketika makanan mulai dibagikan.
Kegiatan ini bukan sekadar liburan, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, mengurangi kejenuhan, dan membangun kembali energi positif setelah menjalani berbagai agenda akademik. Kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat terbawa ke lingkungan kerja sehingga pelayanan kepada mahasiswa semakin baik dan kolaborasi antardosen semakin kuat.
Setelah sekian banyak berita tentang rapat, seminar, workshop, publikasi, akreditasi, dan prestasi, akhirnya FKIPS NEWS dapat menerbitkan kabar yang paling membahagiakan: keluarga besar FKIPS UIM benar-benar pergi liburan.
Walaupun laptop sempat diistirahatkan dan dokumen sementara ditinggalkan, satu hal tetap tidak pernah libur, yaitu semangat kebersamaan keluarga besar FKIPS UIM.
Sebab di FKIPS UIM, dosen tidak hanya serius mengajar dan berkarya. Mereka juga serius ketika sudah waktunya makan, berfoto, dan menikmati liburan bersama.

