Yudisium Lima Mahasiswa Non-Muslim Asal Toraja, UIM Buktikan Komitmen sebagai Kampus Moderat dan Menjunjung Tinggi Nilai Toleransi
FKIPS NEWS – Universitas Islam Makassar (UIM) kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi, keberagaman, dan toleransi antarumat beragama. Hal tersebut tampak pada pelaksanaan Yudisium Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra (FKIPS) Universitas Islam Makassar, yang turut mengukuhkan lima mahasiswa non-Muslim asal Toraja sebagai lulusan yang telah menyelesaikan studi dengan baik.
Momentum ini menjadi bukti bahwa UIM sebagai perguruan tinggi berbasis nilai-nilai Islam tetap membuka ruang yang sama bagi seluruh mahasiswa tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun budaya. Selama menjalani proses pendidikan, seluruh mahasiswa memperoleh hak dan kesempatan yang setara untuk berkembang secara akademik maupun nonakademik dalam suasana kampus yang harmonis dan saling menghormati.
Dekan FKIPS Universitas Islam Makassar, Dr. Mulyadi, M.Pd., menyampaikan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dijaga dalam lingkungan pendidikan tinggi.
“FKIPS UIM menerima seluruh mahasiswa dengan semangat persaudaraan dan penghormatan terhadap keberagaman. Kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah, suku, dan agama menjadi kekayaan yang memperkuat proses pembelajaran. Kami percaya bahwa pendidikan yang baik dibangun di atas nilai saling menghargai, toleransi, dan kebersamaan,” ujar Dr. Mulyadi.
Menurutnya, keberhasilan lima mahasiswa asal Toraja menyelesaikan pendidikan di FKIPS UIM menjadi gambaran bahwa kampus tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun lingkungan yang inklusif, nyaman, dan menghormati perbedaan.
Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., menegaskan bahwa UIM sejak awal berdiri berkomitmen menjadi kampus yang mengedepankan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yaitu menghadirkan pendidikan yang membawa manfaat, kedamaian, dan penghormatan terhadap sesama.
“Universitas Islam Makassar dibangun di atas nilai-nilai Islam yang mengajarkan kasih sayang, keadilan, dan penghormatan terhadap kemanusiaan. Keberagaman merupakan bagian dari realitas bangsa Indonesia yang harus dijaga bersama. Kami bersyukur mahasiswa dari berbagai latar belakang dapat belajar, berprestasi, dan lulus bersama dalam suasana yang harmonis. Inilah wujud nyata komitmen UIM sebagai kampus yang moderat, inklusif, dan menghargai perbedaan,” ungkap Rektor.
Keberhasilan lima mahasiswa non-Muslim asal Toraja menyelesaikan pendidikan di FKIPS UIM menjadi cerminan bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Sebaliknya, perbedaan menjadi kekuatan yang memperkaya pengalaman belajar dan memperkuat persaudaraan di lingkungan kampus.
Melalui semangat moderasi beragama, toleransi, dan persatuan dalam keberagaman, Universitas Islam Makassar terus berkomitmen melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, sikap saling menghormati, serta kesiapan hidup berdampingan dalam masyarakat Indonesia yang majemuk.
FKIPS Universitas Islam Makassar meyakini bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang mampu menyatukan keberagaman dalam bingkai persaudaraan, sehingga kampus menjadi rumah bersama bagi seluruh mahasiswa untuk tumbuh, belajar, dan mengabdi bagi bangsa dan negara.

