Dekan FKIPS UIM Paparkan Implementasi Kurikulum di Madrasah

Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan dan Sastra (FKIPS) Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali, Dr. Mulyadi, M.Pd, turut berperan dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Implementasi Kurikulum Nasional di Madrasah Angkatan 2.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Mercure, Tangerang Selatan, dan dijadwalkan selama dua hari, mulai 22 hingga 23 Oktober 2024.
Para peserta yang hadir merupakan perwakilan guru, kepala madrasah, dan tenaga kependidikan dari berbagai wilayah, dengan fokus memperkuat pemahaman dan praktik kurikulum nasional dalam lingkungan madrasah.
Dalam paparannya, Dr. Mulyadi menekankan pentingnya sinergi antara teori dan praktik di madrasah agar pembelajaran dapat berjalan efektif dan relevan dengan kebutuhan siswa.
“Kurikulum tidak hanya berfungsi sebagai acuan akademik, tetapi juga sebagai panduan dalam membangun karakter dan keterampilan siswa agar siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Dr. Mulyadi juga menggarisbawahi peran guru dalam mencegah praktik perundungan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, guru harus mampu menciptakan iklim belajar yang inklusif dan ramah bagi semua siswa.
“Pencegahan perundungan bukan hanya tugas guru, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh komunitas sekolah, termasuk siswa itu sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa integrasi antara teori dan praktik sangat penting agar siswa tidak hanya menerima ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Madrasah sebagai lembaga pendidikan berbasis agama memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berdaya saing global,” kata Dr. Mulyadi di hadapan para peserta.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dari peserta yang merasa mendapatkan wawasan baru tentang cara mengimplementasikan kurikulum nasional dengan tepat di lingkungan madrasah.
Para peserta juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan Dr. Mulyadi terkait tantangan yang dihadapi dalam penerapan kurikulum di sekolah mereka.
Selain menyampaikan materi, Dr. Mulyadi juga memberikan contoh-contoh praktis terkait penguatan nilai-nilai moderasi beragama melalui kurikulum madrasah.
Ia menekankan bahwa kurikulum harus mampu membekali siswa dengan sikap toleransi, keterbukaan, dan semangat kebangsaan agar tercipta masyarakat yang harmonis dan inklusif.
